YLKI Imbau Masyarakat Jangan Lagi Gunakan Jasa First Travel

Jumat, 28 Juli 2017 18:10

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Masyarakat diminta tidak lagi mendaftar umrah lewat biro perjalanan First Travel. Alasannya, masih banyak jemaah yang belum diberangkatkan. Hal itu disampaikan, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi.

Dia meminta masyarakat jangan lagi mendaftar umrah lewat biro First Travel. Dia menduga uang dari orang yang mendaftar umra‎h itu akan diputar First Travel untuk memberangkatkan atau membayar uang refund jemaah lain.
‎”Jangan mendaftar karena kalau sampai ada yang mendaftar maka First Travel akan menggunakan uang dari jemaah lain untuk dipakai mengembalikan uang jemaah yang mangkrak,” kata Tulus saat ditemui di kantor YLKI, Jalan Pancoran Barat, Jumat (28/7).
Oleh sebab itu, Tulus berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan juga Kementerian Agama (Kemenag) membekukan First Travel. Sebab, bukan hanya umrah promo yang bermasalah. Melainkan umrah reguler. “Karena First Travel ‎akan memakai uang jemaah yang itu (umrah reguler),” katanya.Apabila calon jemaah haji disarankan oleh First Travel menambah uang Rp 5 juta agar bisa berangkat umrah, Tulus meminta jangan dituruti‎. Menurutnya, itu hanya akal-akalan yang dilakukan perusahaan.”Yang paling ideal jemaah melakukan refund jangan mau dijanjikan berangkat lagi,” pungkasnya.Sebelumnya, melalui Satgas Waspada Investasi kembali membekukan 11 entitas usaha yang dinilai terbuki melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin dan berpotensi merugikan masyarakat. Salah satu entitas terpopular dan sudah ramai dibicarakan adalah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel.

Bagikan berita ini:
3
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar