Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Petani Kesulitan ke “Kantor”

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PINRANG — Petani di Desa Mattiro Ade, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, harus bersusah-susah untuk masuk “kantor”, ke tempat kerja di areal persawahan. Penyebabnya adalah ambruknya jembatan milik Balai Benih Sulsel di desa setempat.

Jembatan yang terletak di depan Pasar Leppangang sudah berhari-hari ambruk. Itu terjadi sewaktu mobil material bangunan melintas di jembatan kayu yang diperkirakan sudah berusia sekitar 30 tahun tersebut.

Diduga, kondisi jembatan kayu yang sudah tua dan lapuk tak mampu lagi menahan beban mobil pengangkut material yang melintas diatasnya.

Kepala Desa Mattiro Ade, Rustan, yang dikonfirmasi awak media, Jumat (28/7/2017), membenarkan ambruknya jembatan tersebut. Dia pun mengaku, sudah menyampaikan perihal itu ke pihak Balai Benih Sulsel.

“Jembatan itu langsung roboh saat dilintasi kendaraan material. Memang kondisi jembatan ini sudah tua dan banyak yang rusak. Biasanya, kita hanya perbaiki seadanya saja,” kata Rustan.

Rustan berharap, pihak Balai Benih Pemprov Sulsel segera tanggap akan permasalahan ini. Pasalnya, selain untuk akses pertanian, jembatan itu juga menjadi akses untuk anak sekolah. (clu/ris/upeks/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...