Pemuda Muhammadiyah Minta Presiden Turun Tangan Ungkap Kasus Novel

Sabtu, 29 Juli 2017 09:08

 FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, belum juga terungkap. Jika merujuk pada kehebatan Polisi mengungkap kasus-kasus terorisme, semestinya kasus Novel juga bisa juga dengan mudah diungkap.Demikian pernyataan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada redaksi, Sabtu (29/7/2017).”Nah, dengan kapasitas yang luar biasa seperti itu agaknya ganjil jika kasus Novel ini sampai dengan 108 hari belum menemukan pelaku dan aktor teror tersebut. Apalagi banyak statement petinggi Polri bahkan Kapolri sendiri yang menyatakan kasus ini sulit diungkap,” ujarnya.Menurutnya, sebuah kasus akan sulit diungkap jika diduga terkait dengan mereka yang sangat berpengaruh, berkuasa, atau pemilik senjata. Sementara dalam kasus Novel, sudah terindikasi banyak operasi intelijen mengawasinya.”Bahkan salah satu petinggi Polri sempat mengirim tim untuk mengamankan Novel Baswedan seperti disampaikan kepada Novel sebelum peristiwa penyiraman, yang kemudian digantikan oleh tim lainnya. Artinya, intelijen kepolisian bekerja dengan baik saat itu. Jadi, agak ganjil bila kemudian teror penyiraman air keras terhadap Novel tersebut terlewatkan dari pengawasan intelijen kepolisian,” sambung Dahnil.

Bagikan berita ini:
1
6
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar