Terkesan Lepas Tangan, Pernyataan Presiden Soal Threshold Dinilai Mengelikan

Sabtu, 29 Juli 2017 09:17
Terkesan Lepas Tangan, Pernyataan Presiden Soal Threshold Dinilai Mengelikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pernyataan Presiden, Joko Widodo, mengenai ambang batas pencalonan presiden alias presidential threshold mendapat respons miring.Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR, Didik Mukrianto, salah satu yang menanggapi. Menurut dia, pernyataan Jokowi merupakan sebuah pernyataan yang pada dasarnya menyederhanakan persoalan yang berbeda normanya dengan logika dan nalar yang sangat subyektif dan tidak rasional.”Sungguh menggelikan apa yang disampaikan Pak Jokowi terkait penetapan presidential threshold dalam UU Penyelenggaraan Pemilu,” ujar Didik dalam siaran persnya, Sabtu (29/7/2017).Jokowi mempertanyakan partai-partai yang menolak presidential threshold untuk Pemilu 2019, tapi tidak mempermasalahkan pada Pemilu 2009 dan Pemilu 2014.Menurut Didik, penetapan presidential threshold dalam Pemilu 2009 dan Pemilu 2014 dengan Pemilu 2019 sangat berbeda standing norma, logika dan implikasi struktur politik yang melandasinya.”Akal dan nalar sehat, sangat jelas dapat menjelaskan, bagaimana menetapkan presidential threshold di kala Pileg dan Pilpres dilakukan serentak,” tegasnya.Hasil Pileg 2014, lanjut Didik, sudah kehilangan legitimasinya dijadikan dasar penetapan presidential trheshold pada Pilpres 2019. Selain sudah dijadikan dasar pada Pilpres 2014, sudah barang tentu penggunaan presidential trheshold bisa menistakan siklus kepemimpinan nasional.

Bagikan berita ini:
10
9
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar