Ciduk Seratus Lebih Penjahat Cyber, Wakapolri Pastikan Kasus Ini Belum Tuntas

Minggu, 30 Juli 2017 - 21:10 WIB
Pelaku cyber crime yang diringkus di Pondok Indah, Jakarta Selatan. (Foto: Ist for JawaPos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kasus kejahatan cyber lintas negara baru saja dibongkar Tim gabungan dari Polri dan Kepolisian Tiongkok. Pelaku yang jumlahnya seratusan lebih kebanyakan berasal dari Taiwan dan Tiongkok.

Wakapolri, Komjen Syafruddin, menerangkan bahwa kasus ini terus dilakukan pengembangan. Ia pun memastikan bahwa kasus ini belum tuntas, meski ratusan pelaku sudah diciduk. “Masih separuh, belum semua, Surabaya belum tuntas, Jakarta juga belum,” ucap dia.

Kasus semacam ini sebenarnya sudah pernah diungkap Polri pada 2016. “Sudah tahun lalu, jadi memang Polri intensif ungkap itu karena banyak korban di dalam negara kita maupun negara asal pelaku,” tambah Syafruddin.

Dia juga membantah bila pelaku ini masuk ke Indonesia tanpa menggunakan paspor, karena tidak semua pelaku saat ditangkap ada mengantongi paspor. “Masuk (ke Indonesia) pasti pakai paspor, para broker dan sebagainya seperti tenaga kerja kita yang ilegal itu masuk pakai paspor tapi dikoordinir oleh brokernya,” tegas dia.

Sebelumnya penggerebekan ini terjadi di tiga lokasi berbeda: Bali, Jakarta, dan Surabaya. Pelaku memiliki modus yang sama, yakni menakuti warga Tiongkok dengan mengaku sebagai aparat penegak hukum. Yang menjadi korban juga para pejabat yang ada di Tiongkok.

Menyikapi hal ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla, pengungkapan ini adalah kerja sama yang baik antar kepolisian Tiongkok dan Polri. “Mereka beraksi dengan korbannya dari negaranya sendiri. Ini bisa saja terjadi dan ini adalah hasil kerjasama polisi kita dan Tiongkok,” kata JK di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (30/7/2017).

Menurut JK, kasus ini terungkap karena baiknya komunikasi Indonesia dan Tiongkok. “Tapi yang harus diingat, Tiongkok jadi turis terbesar di Indonesia hari ini,” tambahnya.

(elf/JPC/fajar)