Jangan Salah, Beras Mahal Belum Tentu Sehat

Minggu, 30 Juli 2017 15:43

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Beras premium yang biasanya memiliki tampilan putih cerah/transparan, belum tentu baik bagi kesehatan.Beras adalah bagian biji padi yang terdiri dari: aleuron (kulit ari), lapis terluar yang sering kali ikut terbuang dalam proses penyosohan; endosperma, tempat sebagian besar pati dan protein beras berada dan lembaga.Beras mengandung pati (80-85 %), protein (7-8%), vitamin (terutama pada alaeuron) dan mineral.Pati beras tersusun dari dua polimer karbohidrat yaitu: (1) amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang; dan (2) amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket.Komposisi inilah yang menentukan beras tersebut pulen atau pera.Bila kandungan amilosanya (>25%) beras tersebut tergolong pera, amilosa (20-25%) pulen sedang, dan amilosa rendah (<20%) tergolong pulen.Komposisi amilosa dan amilopektin tersebut tergantung pada varietas padinya.Pada umumnya pedagang atau pengusaha melakukan pengoplosan atau blending antar varietas untuk mendapatkan tingkat kepulenan beras yang diinginkan.Proses produksi beras dari gabah secara garis besar melalui tahapan pemecahan kulit untuk melepaskan sekam dari gabah sehingga dihasilkan beras pecah kulit, selanjutnya dilakukan penyosohan untuk melepaskan kulit arinya sehingga dihasilkan beras yang putih bersih.Pada proses penyosohan ini terjadi pengelupasan kulit ari beras, dampaknya beras kehilangan banyak protein, asam lemak esensial, vitamin B kompleks dan mineral yang terdapat pada kulit ari tersebut.

Bagikan berita ini:
1
3
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar