Pasca Pertemuan Prabowo dan SBY, Politikus Golkar Nilai Iklim Pilpres masih Cair

Minggu, 30 Juli 2017 19:13

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Hiruk pikuk pencalonan presiden 2019 diperkirakan akan mulai ramai pada pertengahan 2018 mendatang. Tepatnya, pasca pemilihan kepala daerah serentak dilakukan di seluruh Indonesia.
Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa kebanyakan partai politik akan lebih dulu fokus pada persiapan Pilkada Serentak sebelum akhirnya mengusung calon pada pilpres 2019.

“Menurut saya mungkin sekitar pertengahan 2018 konfigurasi tentang siapa mencalonkan siapa, lalu pasangannya seperti apa. Itu akan terlihat pertengahan 2018 nanti,” ujarnya saat diskusi di Hotel D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta, Minggu (30/7).Ia menilai dalam satu tahun ini dinamika politik akan sangat tinggi. Tidak heran jika kemudian pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhono (SBY) dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Kamis (27/7) lalu dianggap publik sebagai awal pembentukan suatu koalisi di Pilpres 2019.Menurut Ace, pertemuan antara keduanya terlihat sebagai sebuah komunikasi awal yang cukup baik. Tetapi tidak bisa disimpulkan pertemuan tersebut sebuah upaya untuk koalisi jelang pilpres 2019.”Kalau kita lihat proses kemarin, rekam jejak Prabowo dan SBY, keduanya kita tahu tidak pernah ketemu. Dan kemarin ketemu memang surprise. Tapi belum ada sesuatu yang maju dari pertemuan itu,” imbuhnya.Ia menegaskan, konfigurasi pilpres 2019 masih sangat jauh. Elit politik akan lebih dulu tersita untuk mempersiapkan Pilkada 2018. Karena asumsinya jika perolehan parpol dalam pilkada serentak baik, maka secara elektoral itu akan berdampak positif pula untuk Pilpres 2019.

Bagikan berita ini:
2
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar