Tolong.. di Sini Mulai ‘Gelap’

Minggu, 30 Juli 2017 22:15

FAJAR.CO.ID, PONTIANAK- Sudah beberapa hari terakhir kabut asap kembali menyelimuti sejumlah kawasan kabupaten/kota di Provinsi Kalbar. Di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, sangat kentara diselimuti kabut asap terutama malam hari.“Pemerintah Provinsi Kalbar beserta Pemerintah Kabupaten/Kota harus memberikan perhatian serius terkait upaya penanggulangan kabut asap di Kalbar,” tegas H Suriansyah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar.H Suriansyah mengungkapkan, saat ini kabut asap sudah terasa tebal di malam hari. Kondisi kabut asap tersebut tentu sangat mengkhawatirkan masyarakat. Bahkan, bukan tidak mungkin bencana kabut asap akan kembali menyelimuti Kalbar seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.Dalam kesempatan itu, legislator Partai Gerindra ini menegaskan, sejatinya semua pihak tentu sudah mengetahui ihwal aturan pelarangan pembakaran hutan dan lahan. Bahkan, siapapun pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terancam pidana penjara. “Artinya semua pihak sudah tahu ada larangan terhadap pembakaran hutan dan lahan termasuk perusahaan maupun masyarakat luas,” ulasnya.Wakil rakyat asal Dapil Kabupaten Sambas ini optimis, aparat keamanan beserta stakeholder terkait sudah mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing. Ihwal penanggulangan kabut asap termasuk melakukan upaya penegakan hukum terhadap siapa saja yang terlibat dalam kejahatan karhutla di Kalbar.“Berarti setiap komandan satuan yang diberi tanggung jawab untuk lebih menekankan lagi. Kemudian, pemerintah daerah termasuk pemerintah desa serta kecamatan harus senantiasa mengingatkan masyarakat untuk menghindari pembakaran hutan maupun lahan,” ucap H Suriansyah.Tak hanya itu, semua titik rawan hotspot di Kalbar harus sudah diidentifikasi secara baik, sehingga dapat dilakukan sejumlah langkah preventif secara terpadu sebagai upaya penanggulangan persoalan kabut asap.“Saya harap pemerintah dan stakeholder terkait sudah mengetahui segala langkah antisipasi terhadap permasalahan kabut asap. Jangan sampai tidak ada data-data, karena semua sudah terdeteksi sebelumnya. Apalagi aturannya kerap disosialisasikan diberbagai kesempatan. Apabila masih terjadi (kabut asap, red) tentu itu merupakan permasalahan serius,” jelasnya.Oleh karena itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar ini mendesak aparat hukum agar tidak melakukan tebang pilih dalam upaya penegakan hukum. Terhadap perusahaan yang melakukan land clearing dengan cara membakar hutan maupun lahan di Kalbar.”Perusahaan tidak boleh melakukan land clearing dengan cara membakar. Itu sangat dilarang serta menyalahi Undang-Undang tentang Lingkungan dan sangat berat hukumannya,” ucap H Suriansyah.  (Zainudin/rk)

Bagikan berita ini:
9
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar