Pengelola Parkir Wajib Ganti Kendaraan Hilang

Senin, 31 Juli 2017 17:58

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Lembaga atau perusahaan pengelola parkir yang resmi di Kota Medan, kini tak bisa senaknya saja terhadap persoalan kendaraan yang hilang. Sebab, setiap kendaraan hilang di lokasi parkir yang mereka kelola wajib diganti.Hal itu berdaasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) lewat Peninjauan Kembali (PK) tertanggal 21 April 2010, di mana setiap penyedia layanan parkir wajib mengganti kendaraan yang hilang dengan sejumlah uang senilai kendaraan yang hilang tersebut.Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Medan Zulkarnain mengatakan, putusan tersebut berlaku bagi semua pihak. Artinya, semua pengelola parkir harus tunduk dengan hukum dan ketentuan yang berlaku.“Kita semua harus tunduk dan menerapkan hukum yang ada. Lebih penting lagi kita harus bisa menerapkan standar pelayanan parkir yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (31/7/2017).Tak jauh beda disampaikan Anggota DPRD Kota Medan, Herri Zulkarnain. Kata dia, putusan MA sebenarnya sudah lama, namun belum banyak yang paham.“Ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat. Artinya ke depan pengelola parkir resmi seperti mal, plaza, hotel, restoran dan lainnya, wajib mengganti setiap kendaraan yang hilang,” sebut anggota Komisi A DPRD Kota Medan ini.Herri mengaku, dirinya sudah mengetahui informasi ini. Informasi itu berdasarkan putusan yang baru keluar baru-baru ini, sesuai permohonan PK perkara 124 PK\/PDT\/2007 yang diajukan PT Securindo Packatama Indonesia (SPI) yang mengelola Secure Parking.PT SPI meminta PK atas putusan kasasi yang memenangkan konsumennya, Anny R Gultom untuk dibebaskan dari kewajiban membayar ganti rugi.“Aturan ini ini sudah berjalan di Medan. Apalagi kita juga sudah punya Perda Pajak Parkir Tahun 2016 tentang perubahan atas Perda Nomor 10 Tahun 2011 tentang Pajak Parkir,” sebutnya.Menurutnya, inti dari peraturan yang sudah dibuat ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat. Sebab, selama ini tanggung jawab itu dibebankan kepada konsumen atau masyarakat. (Fajar/pojoksumut)

Bagikan berita ini:
1
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar