Soal Presidential Threshold, Fadli Zon: Logika Jokowi Gak Nyambung

Senin, 31 Juli 2017 13:29

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menanggapi perkataan Prabowo Subianto soal presidential threshold 20 persen di UU Pemilu yang baru, mengundang reaksi keras Partai Gerindra. Jokowi dianggap salah dalam berargumentasi.

Adapun mantan Gubernur DKI Jakarta itu memandang aneh jika presidential threshold atau ambang batas presiden sebesar 20 persen baru diributkan hari ini. Sebelumnya, PT tersebut telah dipakai pada Pemilu 2009 dan 2014.
“Pak Jokowi ini nggak nyambung logikanya,” tegas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/7).Menurutnya, tidak ramainya persoalan PT 20 persen sebelumnya karena memang Pemilu-nya tidak serentak. Pemilu legislatif diselenggarakan terlebih dahulu kala itu, setelah ada hasilnya, baru dilaksanakan Pilpres.
“Kalau sekarang ramai, Pemilunya serentak terus pakai threshold yang mana? Oh threshold bekas yang dulu. Ini logika sederhana, ini elementer. Menurut saya salah logika itu,” cetusnya.Begitu pun pernyataan Jokowi yang memandang bahwa PT nol persen hanya akan membuat gejolak. Sebab presiden terpilih tersebut tak didukung mayoritas suara partai di DPR.

Bagikan berita ini:
4
2
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar