Apes, Rumah Hangus Terbakar Karena Anak Main Korek Api

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PONOROGO – Pepatah jawa anak polah bapa kepradah harus dialami Witono – Sri Winarni. Pasangan suami sitri asal Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Ponorogo ini dibuat panik dengan ulah buah hatinya.

Rumah tempat tinggal keluarga sederhana itu ludes terbakar Senin (31/7) siang kemarin. Amukan si jago merah meluluh lantakkan bangunan yang terbuat dari kayu dan bambu itu.

Peristiwa kebakaran itu pertama kali diketahui oleh Sri Winarmi, sekitar pukul 14.15 Wib.

‘’Kebetulan istri korban berada tak jauh dari rumah,’’ kata Kasubbag Humas Polres Ponorogo AKP Sudarmanto.

Sudarmanto mengungkapkan saat peristiwa kebakaran itu terjadi, Witono sedang tidak berada di rumah. Sedangkan istrinya juga bekerja mengupas singkong di kebun tetangganya.

sekitar pukul 14.15 Wib, Sri Winarni mendengar teriakan kebakaran dari kedua anaknya yang sengaja ditinggal di rumah saat ia dan suaminya bekerja.

‘’Saat itu, istri korban langsung lari melihat kejadian kebakaran,’’ ungkapnya.

Perempuan 41 tahun itu panik bukan kepalang saat mengetahui yang terbakar adalah rumahnya sendiri. Sri Winarmi pun spontan langsung berteriak minta tolong kepada tetangganya.

Teriakan itu didengar Tukiman,tetangga korban, yang langsung berlari menuju rumah korban. Bersama Sri Winarni, lelaki 50 tahun itu berusaha menyelamatkan barang berharga yang ada di dalam rumah.

Sayang, upaya keduanya hanya berhasil menyelamatkan sebuah kompor beserta tabung gasnya.

‘’Karena saat istri korban minta tolong, posisi api sudah membumbung tinggi sehingga barang-barang lain tidak bisa diselamatkan,’’ terangnya.

Tak berapa lama, warga lainnya berdatangan membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya. Api baru bisa dipadamkan sekitar satu jam setelahnya.

‘’Dipadamkan menggunakan air kran oleh warga dibantu petugas polsek Jambon,’’ paparnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, diduga kebakaran berawal dari anak-anak korban yang bermain korek api gas saat ditinggal bekerja.

Namun, pihak kepolisian tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

‘’Untuk kerugian materi yang ditanggung korban kurang lebih mencapai Rp 20 juta,’’ ungkapnya. (mn/tif/sib/jpr/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...