Polisi Anggap Belum harus Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Novel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Tim penyidik dari Polda Metro Jaya masih mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Namun polisi mengaku belum perlu ada tim gabungan pencari fakta (TGPF) agar kasus itu terungkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menegaskan bahwa Polri masih optimis mengungkap kasus itu. “Belum perlu tapi kami tim masih bekerja untuk mencari pelakunya. Kami sampaikan mengenai perkembangan terutama saat Kapolri bertemu Presiden mengenai berbagai kegiatan yang kita lakukan,” kata dia ketika dikonfirmasi, Rabu (2/8).

Pada intinya, kata dia, Polri terbuka dan transparan dalam mengusut kasus itu. Dia menambahkan, selama ini pihak kepolisian selalu terbuka untuk andil KPK dalam penyelidikan.

“Kami sudah lakukan projusticia. Tentunya ada masukan silahkan saja sampaikan ke polisi kami terbuka. Semua ada informasi apa terkait kasus sampaikan dan akan kami tindak lanjuti,” jelas dia.

Novel Baswedan (Imam Husein/Jawa Pos)

Perwira menengah ini menambahkan, adapun bentuk kerjasama dengan KPK adalah menawarkan tim khusus dari Polri dibentuk untuk mengejar pelaku penyerangan Novel. Penyidik terus berusaha mendalami kasus tersebut dan setelah mendapat perkembangan lantas segera menyampaikan ke pihak atau pun pimpinan KPK.

“Misalnya mencurigai AL. Lalu kita bawa kembali dan sama-sama kita lihat. Baru nanti penyidik dari KPK tahu. Mulai dari rumahnya AL, kemudian ada siapa saja kita periksa rumah itu. Kemudian jam berapa berangkat kerjanya. Atau ada CCTV yang perlu kita sita. Kemudian dia naik apa, semuanya boleh kita cek sampai ke tempat kerja sampai jam berapa,” tukas dia.

(elf/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...