Abu Vulkanis Sinabung Sampai Medan, Warga Diminta Lebih Waspada

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, KARO — Masyarakat Kota Medan yang jauh dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), ikut merasakan dampak semburan awan panas yang dimuntahkan Gunung Sinabung.

Berdasar data yang dihimpun Sumut Pos (FAJAR Group) dari Kepala Tim Tanggap Darurat Pemantau Gunung Api Sinabung (PPGA), Isa, di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, peningkatan erupsi Gunung Sinabung terjadi dua hari belakangan.

“Pada Selasa (1/8) puluhan kali Sinabung mengalami erupsi. Hari ini (Rabu, Red) aktivitasnya meningkat. Dari pukul 00.00 tadi, Sinabung tercatat sekitar 23 kali erupsi,” terangnya.

Menurut Isa, erupsi kali ini diikuti guguran dan luncuran awan panas sejauh 4,5 km. Awan panas tersebut meluncur ke arah Tenggara-Timur, tepatnya ke arah Kecamatan Naman Teran.

Meski begitu, erupsi terbesar hanya terjadi dua kali, masing-masing pukul 08.00 WIB dan pukul 10.00 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 4.200 meter menuju Tenggara-Timur. “Erupsi itu diperparah lagi dengan guguran dan luncuran awan panas,” ucapnya.

Kenapa seluruh wilayah Tanah Karo terpapar abu tebal? Isa menyatakan, hujan abu tersebut bukan disebabkan besarnya frekuensi erupsi, tetapi iklim kemarau disertai angin kencang yang melanda Tanah Karo.

“Sudahlah kemarau, anginnya kencang pula. Angin itulah yang mengakibatkan persebaran abu vulkanis cepat meluas. Angin tersebut juga yang kemarin mengakibatkan abu vulkanis sampai ke Medan,” katanya.

Apakah peningkatan erupsi itu menunjukkan Sinabung akan meletus dahsyat? Isa mengaku tak bisa memprediksi. Hanya, sampai detik ini, Gunung Sinabung masih berstatus awas level IV.

Meski begitu, pihaknya mengaku tetap mengintensifkan pemantauan aktivitas Gunung Sinabung. Pihaknya juga mengimbau warga lebih meningkatkan kewaspadaan dan tidak masuk ke zona merah.

(deo/adz/c22/ami/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...