Kasus Suap Kajari, Bupati Pamekasan Tiba di Gedung KPK

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Lima tersangka suap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pamekasan, Jawa Timur, tiba di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, pagi ini (3/8/2017). Kelimanya diantar dengan dua mobil tahanan.

Mobil pertama tiba pukul 07.48 WIB menurunkan tiga orang. Selang beberapa menit, pukul 07.53 WIB, satu mobil tahanan kembali memasuki pelataran gedung KPK dan menurunkan dua orang, salah satunya Bupati Pamekasan, Ahmad Syafii.

Saat memasuki lobi, kelimanya dijaga oleh tim pengaman KPK. Satu di antara mereka terus menutupi wajahnya dengan masker biru dan berusaha menghindari media. Sementara, Bupati Pamekasan yang mengenakan jaket hitam dan berkacamata terus menundukan kepala sambil sedikit tersenyum.

Mereka masuk ke lobi gedung dan dibawa ke ruang pemeriksaan untuk diperiksa lebih lanjut.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka, di antaranya Bupati Pamekasan, Ahmad Syafii; Kajari
Pamekasan, Rudy Indera Prasetya (RUD); Inspektor Pemkab Pamekasan, Sutjipto Utomo (SUT); Kades Dassok, Agus Mulyadi (AGM); Kabag Admin Inspektur Kabupaten Pamekasan, Noer Solehuddin (NS).

Kelimanya ditetapkan tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi berupa suap dalam pengawasan pengadaan dana desa di Kabupaten Pamekasan. KPK menduga Bupati Pamekasan, Ahmad Syafii, sebagai pihak yang menganjurkan suap tersebut.

Sementara pihak yang memberi merupakan Inspektor Pemkab Pamekasan, Sutjipto Utomo; Kades Dassok, Agus Mulyadi; Kabag Admin Inspektur Kabupaten Pamekasan, Noer Solehuddin. Dan, pihak yang menerima suap merupakan Kejari Pamekasan, Rudy Indera Prasetya.

Dari kasus ini, KPK menyita uang senilai Rp 250 juta.

Kasus ini bermula ketika Kepala Desa Dassok, Agus Mulyadi, pernah dilaporkan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke kejaksaan.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief memaparkan, laporan tersebut berdasarkan karena adanya pengadaan desa yang menggunakan dana desa.

“Nilai proyek pengadaan 100 juta dan diduga ada kekurangan volumenya,” kata Laode saat konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (2/8/2017).

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Kejari Pamekasan dan dilakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaker). Namun kemudian laporan tersebut diketahui oleh Agus dan ia segera melakukan komunikasi dengan pihak Kejari Pamekasan dan Pejabat Pemkab Pamekasan.

“Untuk mengamankan kasus tersebut diduga dilakukan komunikasi dengan para pihak di Kejari Pamengkasan dan pejabat pada Pemkab Pamekasan,” jelas Laode.

Untuk mengamankan laporan tersebut, pihak Kejari meminta uang tutup mulut dari Agus sebesar Rp 250 juta. KPK menduga suap tersebut berdasarkan anjuran dari Bupati Pamekasan, Ahmad Syafii.

“Karena dananya hanya Rp 100 juta proyeknya, tapi nilai suap yang diberikan Rp 250 juta,” imbuhnya.

KPK kemudian menetapkan lima orang tersangka dalam kasus tersebut, seperti yang disebutkan di atas. (san-rus/rmol/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...