Sekolah Lima Hari Kurangi Waktu Anak Bersama Orang Tua

Jumat, 4 Agustus 2017 - 07:40 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kebijakan sekolah lima hari atau full day school mulai dikeluhkan orang tua murid.

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Reni Marlinawati, mengatakan, salah satu laporan yang diterima posko pengaduan full day school datang dari orang tua murid Sekolah Dasar di Sukabumi, Jawa Barat.

“Bangun jam 04.30 WIB, berangkat ke sekolah jam 05.30 WIB dalam keadaan mengantuk,” ujarnya di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (3/8).

Kemudian, siswa tersebut baru kembali pulang ke rumah sekitar pukul 17.30 WIB, juga dalam keadaan mengantuk.

“Jadi, berangkat dibopong, pulang dibopong. Sampai rumah hanya mandi, salat Maghrib, tidur lagi karena harus bangun pagi,” beber Reni.

Menurutnya, kebijakan full day school membuat waktu bercengkerama orang tua dengan anak terkuras. Makin kurang.

“Walaupun sekarang Kemendikbud menginstruksikan penundaan, tapi tetap sekolah banyak yang melaksanakan,” ujarnya.

Dia menambahkan, sekolah-sekolah yang telah menerapkan kebijakan tersebut hanya berlandaskan gengsi semata, tanpa memperhatikan beban yang harus ditangggung siswa siswi.

“Karena itu merupakan prestise di mata masyarakat. Prestise di mata pejabat di atasnya,” tegas Reni yang juga anggota Komisi X DPR. (wah/rmol/fajar)

 

loading...