Tuntutan Mahasiswa Unsri untuk Turunkan Biaya UKT Dinilai Wajar – FAJAR –
Daerah

Tuntutan Mahasiswa Unsri untuk Turunkan Biaya UKT Dinilai Wajar

Grafis: Afta/Sumeks/FAJAR Group

FAJAR.CO.ID, INDERALAYA — Pemukulan oknum polisi terhadap dua mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Inderalaya, Sumatera Selatan, saat unjuk rasa terkait penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sangat disayangkan terjadi, kemarin (3/8/2017). Mengingat apa yang disuarakan mahasiswa dinilai masih wajar.

“Harusnya pemerintah mau mendengarkan, agar pendidikan bisa dinikmati semua lapisan masyarakat,” kata pengamat pendidikan Sumsel, Prof Dr Jalaluddin, seperti diberitakan Sumatera Ekspres (FAJAR Group).

Diketahui, tak hanya terjadi di Unsri, polemik penurunan UKT semester 9 juga terjadi di sejumlah PTN di Indonesia. Salah satunya Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang sudah lebih dahulu melakukan penolakan terhadap penerapan UKT full. Ini berdasarkan penelusuran Sumatera Ekspres melalui akun instagram @bemfebugm.

Hasilnya, UKT semester 9 pun diturunkan dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Rektor No 908/UN1.P/SK/HUKOR/2016.UKT yang menetapkan keringanan pembayaran UKT bagi mahasiswa program sarjana dan Diploma IV angkatan 2013/2014 di lingkungan UGM.

Keringanan pembayaran UKT 50 persen juga diberlakukan kepada mahasiswa Program Pascasarjana Pendidikan Dokter yang aktif akademik pada semester 8 dan 9, serta mahasiswa Program DIII yang aktif akademik pada semester 7 dan 8.

Meski begitu, tidak sembarang mahasiswa bisa mendapat keringanan pembayaran UKT ini. Ada sejumlah persyaratan mutlak harus dipenuhi, di antaranya mahasiswa tengah menyelesaikan skripsi atau tugas akhir, atau tengah mengambil mata kuliah di luar skripsi atau tugas akhir, dan pendaftaran maksimal 6 SKS. Masih dalam SK Rektor UGM itu, keringanan UKT ini hanya bisa diberikan berdasarkan surat persetujuan dekan fakultas/direktur sekolah. (kms/fad/wly/ce1/upeks/fajar)

 

loading...

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!