Gubernur Kalbar Geram, Mau Tonjok Wajah Waketum Gerindra

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PONTIANAK – Gubernur Kalbar, Cornelis naik pitam. Ini tak lain karena pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono yang menyamakan PDIP dengan PKI. Ya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalbar Drs Cornelis, MH mengaku sakit hati mendengar perkataan Arief Poyuono. Penggawa Gerindra itu dinilai tak pantas membusuk-busukan partai lain.

“Memang patut dihajar. Sebab mereka selalu menuduh kita ini komunis. Bagian dari PKI. Kita bukan PKI. Karena partai itu dilarang di republik ini. Itu sudah diatur dalam putusan MPR,” tegas Cornelis dijumpai Rakyat Kalbar di Komplek Museum Kalbar, Kamis (3/8).

Ucapan Arief Poyuono membuat kendali emosi Cornelis patah. “Kalau memang dia (Arief) berani bilang kita (PDI Perjuangan) PKI, datang ke sini ngomong sama aku. Ntar aku tonjok dia punya kepala,” geram Cornelis.

Orang dekat Megawati Soekarnoputri ini memperingatkan Arief dan Gerindra, supaya tidak menjelek-jelekan Parpol yang ada. “Jangan lagak-lagak ngomong. Memang dia punya partai itu bersih?” sindir Cornelis. Menurutnya, justru Arief Poyuono dan orang-orangnya yang begitu. “Malah orang-orang dia pergi ke Taman Karna di Jerman, makam induknya komunis,” balas Cornelis.

Oleh karena itu, sambung Cornelis, tidak ada generasi PDI Perjuangan yang komunis. “Memangnya ada pelatihan-pelatihan dan teori-teori komunis. Gak ada di kita. Ngawur aja tuh dia (Arief),” timpalnya. Cornelis berpendapat, Arief hanya cari-cari ketenaran. “Generasi sekarang tidak ada PKI. Yang PKI-PKI dulu saja sudah mati. Dia cuma cari popularitas dan sok,” geramnya lagi. (Fajar/jpg/pojoksatu)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...