Dramatis, Pasien Ini Meninggal Setelah 15 Jam Melaut untuk Berobat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Pasien malang ini bernama Basran (18), warga Pulau Mattalaang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangngaya, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Basran meninggal dunia di Puskesmas Wera, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada ‎Jumat (4/8/2017). Dokter Vetty‎ Rahmawaty Rusdi yang menangani Basran mengatakan jika pasien meninggal dunia akibat demam tinggi serta i‎nfeksi komplikasi yang didiagnosanya.

Puskesmas di wilayahnya sering tak ada tenaga medis, sehingga Basran terpaksa dilarikan ke Puskesmas Wera di Bima, juga karena itulah puskesmas terdekat dari kampungnya.

Jarak tempuh dari Pulau Mattalaang ke Kota Pangkep, ibu kota kabupaten, harus ditempuh 27 jam dengan kapal perintis, serta kapal ambulans yang dimiliki Puskesmas Tangngaya mengalami kendala.

Sementara, dari Pulau Mattalaang ke Bima bisa ditempuh oleh Basran dan orang tuanya selama 15 jam menggunakan perahu jolloro berukuran 5 meter, meski tanpa penerangan dan tempat duduk yang layak bagi orang sakit.

Setiba di tujuan, nyawa Basran(18) tidak terselamatkan. Bahkan, orang tuanya juga sempat diinfus di Puskesmas Wera akibat kelelahan membawa perahu.

Basran sempat hendak dirujuk oleh pihak Puskesmas Wera ke RS Muhammadiyah Bima, namum terbatasnya biaya yang dimiliki, ditambah keluarga tak memiliki BPJS maupun kartu pelayanan kesehatan lainnya, ‎membuat keluarga pasrah.

Penderitaan keluarga Basran tak sampai di situ. Mereka juga hampir tak bisa membawa pulang jenazah Basran ke pulau kelahiran karena tak memiliki biaya sama sekali. Beruntung keluarga Basran mendapat uluran tangan dari warga Bima, sehingga orang tuanya mampu membeli bahan bakar untuk kembali ke kampung. Orang tua Basran juga diberi dua lembar kain batik untuk menutup jenazah anaknya.

(tajuddin/pojoksulsel/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...