Ormas Islam Desak Victor dan NasDem Minta Maaf

Kamis, 10 Agustus 2017 - 17:28 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pidato Ketua Fraksi Partai NasDem Victor Bungtilu Laiskodat di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1 Agustus lalu, mengundang reaksi sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam. Beberapa dari mereka lantas menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon hari ini.

Adapun mereka diantaranya, Forum Umat Islam (FUI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI), dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).

Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath mengatakan, langkah mereka menemui Fadli untuk menyampaikan rasa keprihatinan umat Islam karena ucapan Victor tersebut.

“Kami nilai itu memfitnah ajaran Islam dan telah menimbulkan keresahan ketersinggungan keresahan pada umat Islam,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/8).

Dikhawatirkan, ucapan Victor itu akan menimbulkan gejolak nasional dan mengulangi peristiwa yang sebelumnya pernah terjadi.

Yakni kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat pidato di Pulau Seribu yang menyebut ‘jangan mau dibohongi pakai Surah Al Maidah ayat 51’.

“Jadi kami tidak ingin terjadi gejolak lagi. Oleh karena itu, kami datang ke sini,”kata Al Khaththath.

Dalam kunjungannya ke Fadli, mereka mendesak Victor dan partainya, NasDem, meminta maaf sesegera dan menyampaikan rasa penyesalannya kepada umat Islam secara terbuka.

“Jadi tidak ditutup-tutupi dan tidak membela diri, karena itu akan semakin menyakitkan umat Islam,” tegasnya.

Diharapkan pimpinan DPR menindaklanjuti keingingan mereka agar Mahkamah Kehormatan Dewan dan Fraksi Partai NasDem memberi sanksi kepada Victor.

“Karena bagi kita, yang bersangkutan sudah tidak layak menjadi anggota DPR,” tegasnya.

Selain mendesak pimpinan DPR menindaklanjuti aduannya, mereka juga meminta kepada Polri untuk segera memproses Victor secara jujur dan profesional.

“Supaya tidak terburu terjadi gejolak,” pungkasnya.

Sebelumnya, saat deklarasi calon bupati di Kupang, NTT, Victor menyebut Partai Gerindra, Demokrat, PAN, PKS mendukung kelompok yang ingin membuat Indonesia berbentuk khilafah.

Celakanya, kata Viktor, partai-partai pendukung khilafah ada juga di NTT. Keempat partai itu dikatakan Viktor mendukung ekstremis tumbuh di NTT.

Viktor juga menyebut, pada situasi nasional, keempat partai ini mendukung kaum intoleran. Dikatakannya, negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua orang harus salat. Adapun pernyataan Victor saat berpidato itu telah viral di media sosial. (Fajar/JPG)