Gak Cuma Indonesia, Generasi Milenial Negara Lain Juga Sulit Punya Rumah

Senin, 14 Agustus 2017 - 19:17 WIB

FAJAR.CO.ID – Tak hanya di Indonesia, generasi milenial di berbagai belahan negara di dunia juga mengalami kesulitan dalam memiliki hunian tempat tinggal atau properti. Pasalnya, harga rumah dan properti semakin naik tak diimbangi dengan besarnya penghasilan bagi generasi milenial.

Masalah ini terjadi dan dialami para anak muda di negara lain. Karena itu kecenderungan generasi milenial lebih suka menyewa ketimbang memiliki. Sebab, penghasilan dan gaya hidup mereka yang cenderung hedonisme tak menutupi kemampuan untuk membeli dan berinvestasi properti.

“Masalah properti itu hampir di seluruh dunia. Bukan masalah generasinya sih, hampir seluruh orang memang sulit dapatkan properti karena di dunia juga pesat kenaikan harganya. Di negara besar seperti di Australia dan Amerika Serikat, cenderung anak mudanya lebih senang menyewa bukan memiliki sebab harganya luar biasa tinggi ya,” kata Pakar Perencana Keuangan Universitas Indonesia (UI) Zaafri Husodo kepada JawaPos.com, Senin (14/8).

Apalagi banyak anak muda tak bisa mengantisipasi kondisi keuangannya sementara kecepatan harga properti di dunia semakin pesat. Zaafri mencontohkan di Australia generasi milenial mulai usia 18 tahun sudah mulai bekerja.

“Namun ada juga dari mereka yang siapkan rumah tinggal sejak saat dini. Ambil saat mulai bekerja dengan membeli apartemen,” jelasnya.

Sayangnya, Zaafri menjelaskan kondisi yang terjadi di Indonesia justru penghasilan generasi milenial banyak yang menggunakannya untuk keperluan kesehatan. Dia mendorong agar generasi milenial mampu mengelola keuangan dan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk tabungan masa depan.

“Kalau toh mulai mandiri, banyak penghasilan mereka digunakan untuk keperluan kesehatan. Dalam 1 tahun 30-40 persen, anak usia milenial 18-25 tahun lebih banyak digunakan untuk kesehatan dibanding investasi. Karena itu cobalah untuk sedikit menabung, karena masih memungkinkan jika ingin investasi properti,” tandasnya. (ika/jpc/fajar)