Kematian Saksi Kunci Kasus e-KTP Bukan Urusan Polri

Senin, 14 Agustus 2017 - 18:58 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Saksi kunci kasus megakorupsi E-KTP, Johannes Marliem ditemukan tewas di Amerika Serikat. Atas kematian itu, kepolisian menyatakan tak ada wewenang untuk mengusutnya.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menerangkan, kematian Johannes terjadi di Amerika Serikat, dan tentu telah menjadi wewenang kepolisian di sana. “Yurisdiksinya ada di Amerika, atau TKP ada di Amerika, tentu yang menangani otoritas atau kepolisian dari Amerika,” terang dia di Divhumas Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/8).

Oleh karena itu kata dia Polri tak akan ikut campur untuk menyelidiki penyebab kematian. “Lalu korban atau yang meninggal ini terkait kasus di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). TKP di sana, kecuali dari otoritas atau FBI minta bantuan, baru kami akan bantu,” sambung dia.

Alumnus Akpol 1984 ini menambahkan bila sejauh ini antara Polri dan FBI belum ada komunikasi khusus di kasus itu. “Sejauh ini belum ada komunikasi. Kami hanya dapat informasi dari media dan FBI, tapi tidak ada permintaan bantuan,” tegas dia.

Diketahui Johannes Marliem adalah direktur Biomorf Lone LCC Amerika Serikat, perusahaan penyedia layanan teknologi biometrik.

Johannes dikabarkan tewas di AS diduga akibat luka tembak. Johannes adalah penyedia alat Automatic Fingerprint Identification System (AFIS) dalam proyek KTP elektronik dan belum sempat dihadirkan untuk bersaksi pada persidangan.

Johannes disebut-sebut saksi penting untuk membongkar kasus megakorupsi e-KTP. Kepada media, Johannes mengaku memiliki rekaman pertemuan dengan para perancang proyek e-KTP yang turut dihadiri Setya Novanto. (Fajar/JPG)