Anggota Dewan Ngamuk-ngamuk, Sampai Ancam Bupati

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PALANGKA RAYA – Polres Kapuas terus mendalami kasus perusakan rumah jabatan bupati setempat yang dilakukan seorang oknum anggota dewan berinisial BDCM. Anggota DPRD itu pun kini telah menyandang status tersangka.

Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar SIK menjelaskan, pihaknya telah memeriksa BDCM dan sejumlah saksi. Dari pengakuan tersangka BDCM, kata Kapolres, motif melakukan pengerusakan lantaran persoalan mutasi pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas.

Sedangkan terkait dugaan adanya pengancaman kepada Bupati Kapuas Ben Brahim saat kejadian, Kapolres menyatakan pihaknya masih belum bisa memastikan. Namun demikan, dia tidak menepis itu, dan mengaku akan mendalami kalau ada laporan dan bukti yang mengarah ke sana.

“Untuk sementara ini belum ada laporan pengancaman, namun kami terus mendalami terkait hal itu,” ujarnya, Senin (14/8).

Sementara itu, sejumlah pegawai rujab Bupati Kapuas yang mengetahui peristiwa tersebut saat ditemui terpisah, mengaku tidak mengetahui penyebab BDCM yang tiba-tiba datang dan langsung memukul kaca jendela rujab.

Pramusaji di Rujab Bupati Kapuas Khairol Anam yang menjadi saksi kejadian pengerusakan, mengaku malam itu BD terlihat santai dan seperti biasanya dating ke rumah jabatan bupati.

“Saya di depan dipanggil BD dan ditanyakan dua kali apakah ada bapak, dan saya belum lapor tiba-tiba kaca depan dipukul dua kali, saya menarik badannya menjauhkan dari pintu, dan kawan-kawan Satpol PP datang menahan dan menenangkannya,” ungkap Khairol.

Saat dating ke rujab, lanjut dia, BD terlihat memegang sebilah besi sejenis stainless sekira 50 centimeter. Hal serupa juga diakui salah satu anggota satpol PP Kapuas Rio Saputra, yang sempat tidak mengetahui dan tidak menyadari yang dibawa BD adalah besi.

“Dia datang tidak mencurigakan, biasa saja dan kami berusaha mencegah setelah memukul kaca depan, kami tahan dan berusaha tenangkan. Dan saat dia sudah tenang kami kira sudah reda, tetapi kemudian masuk lagi ke samping dan memecahkan kaca bagian samping belakang,” kata Rio.

Ketika di belakang, Rio juga mendengar BD memanggil Bupati Kapuas, namun semua pintu ditutup dan bupati tidak ke luar.  “Ada dengar dia memanggil bapak, keluar ikam keluar ikam, seingatku itu dia ucap,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, tokoh masyarakat setempat yang juga mantan Ketua DPRD Kapuas Iber H Nahason meminta aksi pengerusakan rujab Bupati Kapuas oleh oknum Anggota DPRD Kapuas tersebut harus diusut tuntas. Dia menilai perbuatan oknum dewan tersebut sudah sangat keterlaluan dan telah melanggar kode etik.

“Badan kehoramatan harus bertindak, wakil rakyat harus menjadi contoh yang baik. Polres juga harus mengusut tuntas perbuatan pengerusakan aset negara tersebut dan juga usut motifnya sampai tuntas, dan penegak hukum juga harus mengusut pengancaman yang telah dilakukan kepada pejabat negara,” ujarnya. (tim/nto)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...