Pencuri Handphone saat Sholat, Dikeroyok, Beruntung masih Hidup

Rabu, 16 Agustus 2017 - 15:14 WIB

FAJAR.CO.ID, PALANGKA RAYA– Perbuatan konyol dilakukan oleh Rapii (27), pemuda asal Kota Banjarmasin. Ia nekat mencuri handphone milik warga yang saat itu sedang menjalankan ibadah Salat Isya di Masjid Nurul Islam, Jalan Ahmad Yani, Kota Palangka Raya, Minggu (13/8) pukul 19.00 WIB.

Akibat perbuatanya tersebut, Rapii yang berhasil ditangkap warga di wilayah Pasar Besar tersebut, bonyok karena sempat dihakimi massa yang kesal atas kelakuannya. Beruntung polisi segera datang dan mengamankan pelaku.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun koran ini menyebutkan, kejadian berawal ketika jemaah sedang menjalankan ibadah Salat Isya. Pemuda pengangguran ini memanfaatkan kesempatan yang ada. Diam-diam, pelaku masuk ke dalam masjid.

Melihat ada dua buah HP diletakkan di atas rak tempat Alquran, residivis dengan kasus yang sama pada tahun 2013 yang lalu tersebut, kemudian memberanikan diri untuk mengambilnya.

Usai menjalankan aksinya, pemuda yang mengaku beralamat di wilayah Mantikei ini, melarikan diri menuju ke Pasar Pahandut untuk bersembunyi.

Usai menjalankan salat, kedua korban kaget melihat HP milik keduanya sudah raib. Mereka kemudian berupaya untuk melakukan pencarian dengan dibantu oleh jemaah lainnya.

Bersama warga, korban melakukan pencarian dan selanjutnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Pahandut. Dan saat itu juga, pihak kepolisian bersama warga langsung melakukan pengejaran.

Nahas, pelaku lebih dulu dibekuk warga yang mengenalinya. Karena kesal dengan kelakuannya, ia sempat dihakimi hingga bonyok pada bagian wajah.

Namun berkat kesigapan petugas kepolisian yang datang di TKP, pelaku berhasil diamankan dari amukan warga dan dibawa ke Polsek Pahandut saat itu juga.

“Setelah kita mendapatkan laporan dan ciri-ciri pelaku, kita langsung melakukan pengejaran. Pelaku kemudian dibekuk di lokasi pasar,” kata Kapolsek Pahandut AKP Roni Wijaya SIK kepada Kalteng Pos di ruang kerjanya

Di hadapan petugas, pelaku terlihat sangat ketakutan dan kemudian mengakui semua perbuatannya. “Berdasarkan pengakuannya, ia nekat melakukan pencurian karena tidak memiliki pekerjaan,” ungkap Roni lagi. (nue/c3/bud/nto)