Uang Suap ke BPK Ternyata dari Hasil Patungan

Rabu, 16 Agustus 2017 16:09

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Sugito memerintaahkan sembilan unit kerja eselon I di Kemendes PDTT untuk mengumpulkan uang sebesar Rp240 juta.

Uang tersebut digunakan Sugito untuk menyuap auditor BPK agar memberikan opini wajar tanpa pengecualian dalam laporan keuangan Kemendes PDTT tahun 2016.Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa KPK Muh. Asri Irwan, Sugito meminta ‘atensi atau perhatian’ dari sembilan unit kerja eselon I di Kemendes PDTT untuk menyisihkan anggaran. Uang kolektif dari anggaran tersebut dikumpulkan oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Keuangan Inspektorat Kemendes, Jarot Budi Prabowo.Awalnya dari delapan unit kerja eselon I Kemendes PDTT terkumpul Rp200 juta dengan rincian dari Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTU), dan Ditjen Pembangunan Kawasan Pedesaan (PKP), masing-masing sebesar Rp 15 juta.Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Daerah (PPMD) sebesar Rp 15 juta. Sebesar Rp 30 juta dari Balai Latihan dan Informasi (Balilatfo). Kemudian uang Rp 40 juta dari Sekretariat Jenderal dan dari Ditjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) sebesar Rp 15 juta.

Bagikan berita ini:
5
4
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar