Diundang Presiden ke Istana, None Pilih Upacara di Disdik Sulsel

Kamis, 17 Agustus 2017 - 06:38 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ada dua kejutan dalam HUT RI ke-72 di Jakarta dalam kaitannya dengan Provinsi Sulsel.

Pertama dalam sidang tahunan MPR, Ketua MPR, Zulkifli Hasan, menyampaikan apresiasi dan pujiannya terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel yang tinggi. Kedua, Presiden Joko Widodo mengundang Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, H Irman Yasin Limpo alias None, untuk menghadiri upacara HUT RI ke-72 di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (17/8/2017).

Salah satu Staf Perjamuan Istana Kepresidenan, Sahar, yang dihubungi pukul 22.00 Wita, membenarkan ada undangan untuk None.

“Iya, ada undangan buat Pak Kadis (Irman). Undangannya dijemput orang dari kantor penghubung pemprov (Sulsel),” kata Sahar mengkonfirmasi lewat telepon.

Lalu bagaimana reaksi Irman yang kerap disapa None? Meski mengaku senang, None ternyata memilih tetap mengikuti upacara serupa di lapangan upacara Dinas Pendidikan Sulsel Jl. Perintis Kemerdekaan Kom. 10 Tamalanrea, Makassar, pada hari yang sama.

“Saya akan upacara dengan staf saya besok,” kata None, Rabu malam (16/8/2017).

Sekadar diketahui, None di tingkat nasional memiliki nama yang cukup harum, maklum setelah diluncurkan penemuan e-Panrita yang merupakan program Dinas Pendidikan Sulsel yang terintegrasi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kedisiplinan guru.

“Banyak hal lain yang membuat Pak Irman diundang Presiden RI. Termasuk e-Pantita dan sejumlah terobosannya di dunia pendidikan,” ujar salah satu staf kepresidenan.

Soal pujian Sulsel pada Sidang Tahunan MPR menyambut HUT RI ke-72. Presiden Jokowi hadir mengenakan baju adat Bugis-Makassar, sementara Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengenakan pakaian adat Jawa.

Selain pakaian adat yang dikenakan Jokowi dan JK, pidato Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, juga menjadi perhatian, khususnya masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel). Pasalnya, Zulkifli Hasan menyampaikan pujian pertumbuhan ekonomi Sulsel yang tertinggi di Indonesia.

Bang Zul sapaan akrab Zulkifli Hasan menjelaskan pertumbuhan ekonomi Sulsel tertinggi di Indonesia karena ekonomi Sulsel berbasis ekonomi kerakyatan.

“Saya tanyakan pada rakyat, kenapa ekonomi Sulsel bisa begitu. Karena ternyata ekonominya berbasis ekonomi rakyat. Kebun, kebun rakyat, pertanian rakyat, termasuk kebun coklat. Perikanan dan kelautan juga kelautan rakyat,” ujarnya.

Selain itu, kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini, pertumbuhan warung-warung, cafe-cafe menunjukkan kemajuan Sulsel. Kesenjangan ekonomi di Sulsel pun juga menjadi pujian dari Zulkifli Hasan.

“Ini pujian bukan karena kampungnya Pak JK. Pertumbuhan ekonomi tertinggi, kesenjangan ekonomi sedikit itu karena ekonomi rakyat,”tuturnya. (*/fajar)