Kritik Pidato Jokowi, Politisi Hanura: Apa Kabar Freeport?

Kamis, 17 Agustus 2017 08:18

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR, kemarin (16/8/2017). Banyak pihak hanya menyorot penampilan presiden berbaju adat, namun tak menyoroti esensi pidato yang disampaikan.Anggota DPR RI, Mukhtar Tompo, salah satu yang merasa bahwa pidato presiden masih tak sesuai harapan. Politisi Hanura ini menyayangkan presiden tak menyinggung perkembangan negosisasi pemerintah dengan PT Freeport dalam pidatonya.”Jika negara berdaulat atas freeport, maka sangat besar manfaat penerimaan negara dan juga manfaat lainnya untuk bangsa ini. Bapak presiden hanya fokus mengejar wajib pajak masyarakat dan pelaku usaha lain dengan target peningkatan pendapatan negara, tapi freeport diperlakukan sangat istimewa. Ini sisi lain dari catatan penting peringatan 72 tahun Indonesia merdeka,” tutur Mukhtar Tompo kepada redaksi, Kamis (17/8/2017).Menurutnya, bangsa ini sudah memberikan apa yang diinginkan oleh Freeport, tapi Freeport belum pasti memberikan harapan negara dalam bentuk divestasi saham, peningkatan manfaat kepad negara atas pengelolaan tambang emas dan turunannya, pembangunan smelter, pemberdayaan masyarakat lokal papua, komitmen tidak mem-PHK karyawan, dan lain-lain.

Bagikan berita ini:
4
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar