Wakil Ketua KPK: Pelaku Korupsi Rata-rata Lulusan S2

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Perilaku korupsi di Indonesia ternyata banyak dilakukan oleh orang berpendidikan master atau Strata 2 (S2).

Hal itu dibeberkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief, dalam sambutan pada pertemuan Pimpinan KPK dengan sejumlah kades/lurah berprestasi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

“Korupsi itu juga tidak ada hubungan dengan sekolah rendah. Karena menurut data KPK, yang paling tinggi korupsi itu adalah yang berpendidikan Master, S2. Lebih dari 200 orang S2,” kata Laode di acara itu.

Sementara urutan kedua, lanjut Laode, pelaku korupsi banyak dilakukan oleh mereka yang berpendidikan Strata 1 atau S1, dengan jumlah hampir 200 orang.

Untuk posisi ketiga, merupakan pelaku korupsi yang memiliki tingkat pendidikan hingga profesor atau Strata 3 (S3). “Dengan strata S3 ada 53 orang. Ini data yang di KPK, tidak termasuk yang di polisi dan di jaksa. Sementara SD tidak ada,” imbuhnya.

Laode menegaskan, korupsi tidak pernah ada garis hubungan dengan kemiskinan. Perilaku korupsi justru terjadi karena adanya keserakahan dan kesempatan untuk melakukan tindak pidana korupsi.

“Korupsi tidak ada hubungan dengan miskin. Tak ada sama sekali. Jadi korupsi tidak ada hubungan dengan kemiskinan,” tegasnya.

(dms/JPC)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...