Alasannya Capek Jalan Kaki, Makanya Penjabret ini Nekat Curi Motor Orang

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 05:56 WIB

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA. Sumantri harus berjalan kaki dari Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, ke rumahnya di Komplek Pasar Segiri, Jalan Dr Soetomo, Samarinda Ulu, Kamis (3/8) malam lalu.
Merasa lelah berjalan, pemuda 22 tahun itu coba mencari tumpangan agar lekas sampai ke rumah. Saat melintas di Jalan KH Samanhudi, Gang Annor 1, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, yang ketika itu sedang sepi, mata Sumatri tertuju ke sebuah motor Honda Beat KT 5594 IE. Sumantri melihat kunci motor masih menempel. Motor tersebut milik Lina Trisnawati.
Naluri berbuat jahat pun muncul. Sumantri kemudian mencuri motor tersebut dan membawanya pulang. Sementara Lina, mengetahui motornya hilang, langsung melapor ke Polsekta Samarinda Ilir.
Sumantri sempat menggunakan motor hasil curiannya untuk jalan-jalan. Karena tak punya uang, Sumantri berniat menjual motor hasil kejahatannya.
Sayangnya Sumantri tak selektif memilih pembeli.
“Anggota kami yang menyamar sebagai pembeli. Ketika dilakukan transaksi di Jalan KH Hasan Basri (eks Jalan Merak), Sungai Pinang, pelaku (Sumantri, Red) langsung kami tangkap beserta motor curiannya,” terang Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, melalui kasubnit Jatanras Iptu Kawan.
Sumantri bukan penjahat baru. Ternyata dia merupakan Fandi Ahmad alias Fandi Nochang, maling yang duluan tertangkap.  Sumantri dan Fandi pernah melancarkan kejahatan curanmor di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Mereka juga terlibat serangkaian penjambretan.
“Seingat saya tiga kali ikut menjambret dengan Fandi. Tapi saya cuma dibonceng. Saya tidak ikut menarik tas korban, yang menariknya Fandi,” ujar Sumantri membela diri.(oke/rin)

Loading...