IYL-Cakka Siap Tarung Andai Pilgub Sulsel Hanya Diikuti Dua Calon

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 21:16 WIB
Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar

FAJAR.CO.ID — Pilgub Sulsel 2018 tinggal menghitung bulan. Semangat figur-figur yang berencana maju bertarung mulai berguguran seiring peta politik yang sangat dinamis.

Kandidat Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo (IYL) telah memprediksi situasi ini jauh-jauh hari sebelumnya. Bahwa Pilgub Sulsel mendatang maksimal diikuti oleh tiga pasangan.

Bahkan, menurut IYL, sangat mungkin pula pilgub mendatang hanya diikuti dua calon, yakni ia bersama Andi Mudzakkar (Cakka) melawan usungan Partai Golkar, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Azis).

“Waktu peresmian ‘Rumah Kita’ beberapa waktu lalu, saya katakan, kalau hitungan partai, hanya ada tiga calon yang kemungkinan akan maju. Tapi kalau ditanya firasat saya, head to head (duel),” terang Ichsan YL menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri rapat koordinasi tim di Hotel d’Maleo, Makassar, Sabtu (19/8/2017).

Atas alasan itu pula, IYL sudah menyiapkan langkah jika pertarungan pilgub hanya diikuti dua pasang cagub dan cawagub. “Karena kalau banyak calon itu menguntungkan saya. Dan, mereka (calon lain) juga tahu. Jadi saya harus berpikir head to head. Dan tentu saya siap,” tutur IYL.

Terkait manuver politik menuju kontestasi tahun depan, IYL mencium ada gelagat yang ingin menghambatnya maju bertarung. Mulai mencoba menutup ruang di jalur partai politik, maupun memungkinkan memainkan format dukungan lewat pasangan perseorangan.

“Parpol yang menyatakan sudah mendukung saya, itu berusaha direbut. Begitu pun di format dukungan perseorangan, memungkinkan tidak mengakomodir form yang kami siapkan selama ini,” ungkap IYL.

Meski demikian, ia tidak gentar sedikit pun mengenai adanya upaya tersebut. Sebab, baik jalur partai politik, maupun perseorangan, ia sudah menyiapkan antisipasi sejak dini.

Di samping itu, IYL juga mengingatkan publik agak tidak terlena dengan manuver kandidat tertentu yang seolah-olah belum mendapatkan parpol, padahal sudah mengantongi dukungan partai.

“Jangan terpengaruh, bahwa ada kandidat pura-pura tidak punya partai dan tidak bisa ikut di Pilgub. Itu strategi untuk meraih simpati saja, sebenarnya sudah banyak (dukungan) partainya,” pungkas Ichsan. (raksul/fajar)