Perang Narkoba, 80 Orang Tewas

Sabtu, 19 Agustus 2017 17:20

FAJAR.CO.ID, FILIPINA – Masyarakat Filipina mulai mengkritik razia antinarkoba yang digelar Kepolisian Nasional Filipina (PNP). Hingga kemarin (18/8), razia yang kali pertama berlangsung di Provinsi Bulacan pada Rabu (16/8) itu masih berlanjut. Sejauh ini, sedikitnya 80 nyawa melayang dalam operasi yang dijuluki PNP One Time Big Time itu.Jasad Kian Loyd Delos Santos ditemukan di salah satu kampung kumuh di pinggiran Kota Manila selepas Kamis tengah malam (17/8). Kemarin beredar rekaman CCTV yang menunjukkan jasad pelajar berusia 17 tahun itu diletakkan di lokasi penemuan oleh dua pria. Kemarin polisi mengklaim bahwa Santos merupakan salah seorang tersangka yang melawan saat hendak dibekuk.’’Bocah itu tidak membawa senjata. Seorang polisi mendatanginya dan memberikan senjata. Si polisi itu lantas menyuruhnya menembak dan kabur,’’ ungkap seorang saksi kepada ABS-CBN.Saat Santos melepaskan tembakan itulah, polisi yang lain lantas membalas tembakannya. Pemuda yang baru beranjak dewasa itu pun langsung terkapar tanpa nyawa.Penembakan Santos, menurut saksi, tidak terjadi di lokasi penemuan mayat. Hingga kemarin, lokasi penembakan siswa kelas 11 tersebut belum bisa dipastikan. Yang jelas, jasadnya ditemukan pada pergantian hari. ’’Kami akan menyelidiki laporan tersebut. Kami jamin kasus itu akan diselidiki sampai tuntas,’’ tegas Kepala PNP Ronald dela Rosa dari ibu kota.Dia menyatakan, jika Santos memang tidak bersalah dan laporan saksi terbukti, para personel PNP yang terlibat dalam kematiannya akan ditindak tegas. ’’Coba kita pikirkan lagi. Dia (Santos) masih anak-anak. Bayangkan jika insiden itu menimpa saudara kita,’’ ungkapnya.

Komentar