Mau Buru-buru Padamkan Api, Mobil Damkar malah Terjebak Macet

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, KUBU RAYA- Butuh waktu lebih kurang sejam untuk menjinakkan api yang melahap gudang vulkanisir Jawara di Jalan Trans Kalimantan Km. 12, Parit Adam, Kubu Raya, Jumat (18/8) sore. Sejumlah pemadam kebakaran (Damkar) terkendala kemacetan dan kurangnya sumber air.

Gudang itu mulai terbakar sekitar pukul 15.30. Memang ada Damkar dan kendaraan pemadam yang tiba di lokasi tak lama setelah laporan peristiwa kebakaran sampai ke mereka, namun mobil pemadam lainnya terhenti di tengah perjalanan menuju ke sana. Terhalang kemacetan panjang. Selain akses jalannya sempit, lalulintas pun luar biasa padat.

Kemacetan total itu juga menyebabkan pemadam susah membawa air dari satu-satunya titik air untuk masuk ke lokasi kebakaran. “Jadi teman-teman Damkar yang membawa air tidak bisa menembus lokasi,” ujar salah seorang petugas Damkar, Sanusi.  a menjelaskan, dari keterangan warga setempat, di dalam gudang ada aktivitas mengelas. Meski begitu, Sanusi belum bisa memastikan sumber api dari pekerjaan yang dilakukan tukang las itu.  “Ini yang berhak memberikan keterangan tentu saja pihak kepolisian,” tuturnya.

Api tidak hanya menghanguskan gudang, juga merembet ke salah satu bangunan yang ada di sebelahnya. Tapi, kondisi bangunan tersebut tidak rata dengan tanah. Hanya sebagian dindingnya retak dan beberapa kaca pecah.

Petugas dari Damkar Pemkab Kubu Raya, Muhammad Jais, menuturkan sempat terjadi ledakan. Ia juga mendapat informasi dari masyarakat sekitar bahwa api berasal dari tabung gas untuk mengelas. Setelah bersusah payah, kebakaran itu dipadamkan setelah disemprot selama sejam. Tidak ada korban jiwa.   “Pemilik gudang tersebut bernama Pak Bambang,” terang Jais.

Berdasarkan keterangan karyawannya yang berada di gudang via telpon, Bambang menyebut,  saat itu memang ada pekerjaan mengelas. Kemungkinan terjadi korsleting dan percikan apinya menyambar jiriken bensin. Kemudian, api itu masuk ke mesin vulkanisir ban sehingga membuatnya terus menyala.  “Yang tau persis tukang las,” ungkapnya.

Tukang las dimaksud, lanjut dia, mulai bekerja hari Senin lalu dengan upah borongan. Ketika insiden kebakaran, menurut Bambang, pekerja tersebut sedang mengelas teralis berbentuk huruf U.

Pria lima puluh tahun ini menyatakan, usaha ban vulkanisir yang digelutinya ini merupakan waralaba. Dan gudang tersebut dimilikinya sejak Oktober 2016. Sebelumnya, ia pernah membuka gudang di Kampung Jawa, Kubu Raya.  (Maulidi Murni dan Syamsul Arifin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...