2018, Tidak Ada Rencana Kenaikan BBM, LPG dan Tarif Listrik

Senin, 21 Agustus 2017 17:45

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Keuangan siap menggelontor subsidi lumayan besar. Kebijakan ini diharapkan dapat menghindari naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquid Petroleum Gas (LPG) dan tariff listrik yang bisa memberatkan pemerintah.Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah telah mengcovernya dalam subsidi energi yang dialokasikan sebesar Rp 103,4 triliun dalam RAPBN 2018.Demikian dikutip dari laman kemenkeu.go.id, Senin (21/8).“Subsidi energi adalah Rp103,4 triliun. Untuk (subsidi) BBM dan LPG adalah Rp51,1 triliun dan subsidi listrik Rp52,2 triliun. Asumsi yang sangat eksplisit adalah tidak ada kenaikan BBM tidak ada kenaikan LPG dan tidak ada kenaikan listrik. Jumlah pelanggan 900 VA barangkali yang akan dibatasi karena sesuai dengan alokasi Rp52,2 triliun tadi,” jelasnya.Sri Mulyani menambahkan, sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perikanan dan pariwisata juga akan didukung baik dari sisi sektornya yang strategis maupun dari sisi infrastruktur pendukungnya. Hal itu sesuai dengan fokus pemerintah dalam RAPBN 2018 yang menyasar untuk pemerataan ekonomi“APBN tetap memihak sektor-sektor unggulan. Pertanian, perikanan, pariwisata adalah tiga sektor yang selama ini memiliki fungsi luar biasa strategis dari sisi food security atau ketahanan pangan, dari sisi employment atau penciptaan kesempatan kerja dari sisi kemampuan meng-generate kesejahteraan rakyat sampai ke grass root (akar rumput),” kata dia.

Bagikan berita ini:
3
2
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar