Besok, Sidang Isbat Iduladha, Hasilnya Mungkin Kompak Lagi

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID -- Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat penetapan 1 Dzulhijjah 1438 H pada Selasa (22/8/2017).

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Muhammadiyah Amin, mengatakan, sidang isbat penetapkan 1 Dzulhijjah 1438 itu menjadi acuan dalam menentukan Hari Raya Iduladha, sebab hari raya kurban itu diselenggarakan pada 10 Dzulhijjah.

’’Lokasi pemantauan hilal hampir sama dengan saat penetapan awal Ramadan atau 1 Syawal,’’ kata Muhammadiyah Amin, Minggu (20/8/2017).

Rencananya, Kemenag akan mengumumkan secara resmi lokasi penetapan pemantauan hilal hari ini (21/8/2017). Juga akan ditetapkan siapa yang bakal memimpin sidang isbat.

Hampir bisa dipastikan sidang isbat tidak akan dipimpin Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, lantaran berangkat ke Arab Suadi memimpin rombongan amirul hajj.

Sebelumnya, maklumat Muhammadiyah yang dikeluarkan pada 16 Januari lalu menetapkan Iduladha jatuh pada Jumat (1/9/2017).

Penjelasannya karena saat dilakukan hisab, pada 22 Agustus nanti tinggi hilal sudah mencapai tujuh derajat lebih, sehingga memenuhi kriteria wujudul hilal.

Dalam perhitungan Muhammadiyah itu, tinggi hilal sudah jauh di atas ufuk akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, mengatakan tinggi hilal yang mencapai tujuh derajat itu memang sangat signifikan. "Sehingga bisa diperkirakan nanti penetapan 1 Dzulhijjah akan bersamaan, sehingga Idul Adha (10 Dzulhijjah, red) juga kompak," kata dia.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor :


Comment

Loading...