Ada Upaya Benturkan Jadwal Pelantikan dengan Malam Puncak Festival Budaya Tua Buton

  • Bagikan
Terlebih lagi, Zainuddin Napa menganggap apa yang dikatakan oleh Ali Akbar kepada salah satu media terkait dengan jadwal pelantikan telah melampaui kewenangan hakim. Pasalnya, ternyata kepastian jadwal pelantikan nantinya harus menunggu kepastian dari Hakim Pengadilan Tipikor yang akan disampaikan pada Rabu, 23 Agustus. "Bila mencermati sidang Pak Umar di Pengadilan Tipikor pada 16 Agustus 2017 lalu, hakim akan memutuskan pemberian izin pinjam Pak Umar untuk dilantik pada sidang berikutnya, Rabu, 23 Agustus 2017. Dan pengajuan izin itu diajukan oleh Penasehat Hukum Pak Umar. Tapi kepada media Ali Akbar mengaku seolah-olah dirinyalah yang meminta izin atas pelantikan itu. Kalau fakta persidangan seperti itu berarti Karo Pemerintahan telah berbohong dan melampauhi wewenang hakim, karena telah mempublikasikan jadwal pelantikan sebelum adanya keputusan hakim,” sambungnya.   Menurut Zainuddin, mestinya Pemprov Sultra bersyukur karena masih ada kabupaten di wilayahnya yang menggelar festival budaya dalam rangka promosi dan meningkatkan pembangunan kepariwisataan. Tapi nyatanya, festival kali ini seakan dihalangi dengan cara membenturkan pelantikan Umar-Bakry dengan puncak acara festival. “Saya melihat bahwa Karo pemerintahan tdk menguasai wilayah baik aspek pemerintahan maupun kemasyarakatan,” pungkasnya. Sementara itu, Ali Akbar sejak kemarin dulu belum dapat dikonfirmasi. Nomor kontak yang biasa dia gunakan kini sudah berada di luar jangkauan. (Fajar/BP)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan