Dugaan Suap Pembahasan APBD, KPK Periksa Wali Kota Malang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap terkait pembahasan APBD Kota Malang yang menjerat Politikus PDI-Perjuangan Mochamad Arief Wicaksono.

Kali ini, penyidik berupaya menelusuri aliran dana serta proses pembahasan dan persetujuan APBD Kota Malang Tahun 2015.

“Penelusuran aliran dana dan proses pembahasan dan persetujuan APBD Kota Malang menjadi materi yang didalami oleh penyidik pada rangkaian pemeriksaan kasus ini,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (22/8).

Untuk mendalami dua hal tersebut, KPK memeriksa tiga orang termasuk Wali Kota Malang, Mochammad Anton sebagai saksi. Anton diperiksa kedua kalinya untuk tersangka Arief Wicaksono.

Selain itu, KPK juga memeriksa Arief Wicaksono selaku mantan ketua DPRD Malang dan Anggota DPRD Malang, Slamet.

Febri mengatakan, KPK menangani beberapa kasus suap terkait dengan pembahasan dan pengesahan APBD di Kabupaten, Kota, dan bahkan Provinsi di Indonesia. KPK mengimbau daerah-daerah lain untuk memerhatikan kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani ini.

Hal itu perlu dilakukan agar proses pembahasan APBD tidak dijadikan alat tawar-menawar untuk keuntungan pribadi atau kelompok.

“Pembahasan dan pengesahan APBD yang transaksional apalagi ada unsur suap tentu dapat merugikan kepentingan masyarakat yang seharusnya dapat menikmati uang mereka secara maksimal,” papar Febri.

Dalam perkara ini, Mochamad Arief Wicaksono ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dalam dua kasus. Yakni, terkait pembahasan APBD-Perubahan Kota Malang Tahun 2015.

Arief diduga menerima suap sebesar Rp 700 juta dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan Pemkot Malang Jarot Edy Sulistyono.

Selain itu, KPK juga menetapkan Arief sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap lainnya. Dalam perkara ini, Arief diduga menerima suap sebesar Rp 250 juta dari Komisaris PT ENK, Hendarwan Maruszaman.

Suap itu terkait proyek pembangunan Jembatan Kedung Kandang 2016 senilai Rp 98 miliar yang dikerjakan secara multiyears hingga 2018. (Fajar/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...