Wali Kota Kendari Terpilih Ngaku Tak Pernah Tiduri Tata, Pengacara Bawa Bukti Ini

Selasa, 22 Agustus 2017 18:18

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kasus ‘desah berujung masalah’ yang menjadikan Wali Kota terpilih Kendari, Sulawesi tenggara (Sultra) Adriatma Dwi Putra (ADP) sebagai pihak terlapor, dinilai mandek.Hal itu diungkapkan oleh Zakir Rasyidin yang merupakan Penasehat Hukum (PH) Tata, yang telah melaporkan ADP atas tuduhan pencemaran nama baik dan penghinaan.”Kami hendak menanyakan sudah sejauh mana perkembangan penyelidikan pelaporan klien kami. Sebab, beredar di media online, (ADP) sangat optimistis laporan klien kami itu dihentikan,” kata Zakir Rasyidin selaku kuasa hukum Tata di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (22/8).Selain menanyakan perkembangan kasus kliennya itu, kata Zakir, dirinya juga menyerahkan bukti tambahan pula kepada polisi terkait kasus yang dialami kliennya itu.Dia mengharapkan, bukti tambahan itu bisa memperkuat laporannya tersebut. “Kami membawa bukti tambahan berupa paspor, yang mana paspor itu sebagai dasar klien kami berangkat ke Singapura. Di paspor itu jelas, kapan tanggalnya dan jam berapa berangkat,” tuturnya.Menurut dia, paspor itu sekaligus untuk menggugurkan pernyataan Adri yang mengaku tak memiliki hubungan apa-apa dengan kliennya itu dan menyebutkan tak pernah berangkat ke Singapura.”Kemarin dia (ADP) membantah terkait rekaman itu, nah ini kan harus melibatkan ahli suara juga untuk menilainya. Dalam rekaman itu, diduga suara terlapor, mengatakan klien kami itu pelacur secara berulang kali, klien kami disebut bego, miskin, dan kalimat jorok lainnya,” tandas dia.

Bagikan berita ini:
4
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar