Aturannya, Taksi Online Boleh Masuk Bandara tapi Dilarang Menjemput

Rabu, 23 Agustus 2017 - 10:28 WIB

FAJAR.CO.ID- Meski sukses menjadi layanan transportasi idaman di berbagai daerah, kehadiran taksi online di Banua masih belum berjalan mulus. Hak warga untuk mendapatkan transportasi yang murah dan nyaman masih terhambat penolakan dari para sopir taksi konvensional yang belum siap kehilangan pendapatan, utamanya di bandara.

Sayangnya, penolakan taksi konvensional dilakukan dengan cara yang berpotensi melanggar hukum. Para sopir taksi ini berusaha menangkap para sopir taksi online, meski mereka tak memiliki kewenangan.

Seperti yang dilakukan oleh para sopir taksi konvensional di Bandara Syamsudin Noor pada bulan Juli tadi. Penangkapan berlangsung cukup dramatis, para sopir taksi bandara mengejar dan menangkap dua driver mobil taksi online.

“Awalnya ada lima mobil, tapi ketika kami kejar yang tiganya berhasil kabur,” kata salah satu sopir taksi bandara, Akhmat Gusairi.

Dia mengungkapkan, mereka menolak layanan taksi online beroperasi di bandara karena mengganggu penghasilan para sopir bandara. “Sejak ada mereka, penumpang kami berkurang.
Biasanya bisa dapat lima penumpang dalam sehari, sekarang hanya tiga penumpang,” ungkapnya.

Persaingan layanan jasa angkutan ini bahkan menjurus tak sehat, karena manajemen taksi konvensional juga mendukung penangkapan. Dirut Banjar Taxi, Karyanto, sempat membuka sayembara.

Isinya: Siapa yang bisa menangkap satu mobil taksi online akan diberi imbalan Rp100 ribu. “Ini dilakukan supaya tidak ada lagi angkutan online yang beroperasi di bandara, karena hadirnya mereka pendapatan kami merosot,” ujarnya.

Dia berani melakukan itu karena menurutnya, taksi online masih belum memiliki izin beroperasi di Kalsel. “Kami mangkal di bandara ini bayar, sedangkan mereka tidak bayar,” ungkapnya.

Agar tak ada lagi perselisihan, perwakilan sopir taksi bandara dan taksi online kemudian duduk satu meja. Kedua belah pihak sepakat, taksi bandara berjanji untuk tidak main hakim sendiri. Sementara taksi online takkan menjemput penumpang dari Bandara Syamsudin Noor.

Pertemuan digelar Selasa (1/8) lalu di Kantor PT Angkasa Pura I di Jalan Angkasa. Dari taksi bandara hadir Kojatas dan Banjar Taxi. Sedangkan dari taksi online hadir Grab dan Go Car.

Mereka dimediasi oleh Polres Banjarbaru, Lanud Sjamsudin Noor, Ombudsman Perwakilan Kalsel, Organda (Organisasi Angkutan Darat) dan Avsec (Aviation Security) Bandara Syamsudin Noor. Tampak hadir General Manager Bandara Syamsudin Noor Handy Heryudhitiawan dan Komandan Lanud Sjamsudin Noor Letkol Pnb Abdul Haris.

Poin-poin inti hasil pertemuan yaitu, taksi online tidak akan menjemput penumpang di bandara. Taksi online akan menghormati kontrak yang telah diteken Kojatas dan Banjar Taxi dengan bandara.

Namun, jika dalam perjalanan waktu terjadi kecolongan, taksi online masuk ke bandara, para sopir taksi bandara berjanji tidak akan main hakim sendiri, seperti merusak properti atau menganiaya anggota pesaing bisnisnya.

Sopir taksi bandara harus menahan diri. Temuan itu harus dilaporkan ke pihak keamanan bandara agar bisa ditindak secara prosedur. Jika terjadi pelanggaran, siap menerima risiko untuk dilaporkan dan ditindak aparat penegak hukum.

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya menegaskan komitmennya. Akan menindak hukum siapa saja yang tak sanggup menahan diri. “Saya minta perwakilan taksi online untuk mensosialisasikan hasil pertemuan ini ke teman-temannya yang lain,” ujarnya.

Dia juga meminta pendataan jumlah sopir taksi online di Kalsel, terutama yang bergerak di sekitar Banjarbaru dan Banjarmasin.

Sementara pihak bandara, akan mensosialiasikan rekomendasi pertemuan ini pada penumpang hingga tak ada lagi penumpang pelanggan taksi online yang beralasan tak tahu dan mengabaikan jasa taksi bandara yang sudah tersedia.

GM Bandara Syamsudin Noor Handy Heryudhitiawan mengungkapkan, pihaknya baru akan menerima taksi online jika sudah taat dengan aturan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel.

Salah satu peraturan yang harus dipenuhi yaitu mengurus izin operasional taksi online. “Tapi sampai sekarang belum ada konfirmasi, apakah mereka sudah mengajukan izin ke Dishub atau belum,” ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini Bandara Syamsudin Noor dalam kondisi kondusif. Karena, tidak ada lagi taksi online yang menjemput penumpang. “Taksi online boleh mengantar, tapi tak boleh menjemput penumpang,” pungkasnya. (ris/ay/ran)