Jelang Hari Kurban, Pemkot Awasi Hewan Berpenyakit di Semua Titik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar mengantisipasi melonjaknya kebutuhan warga akan daging dan hewan kurban jelang Hari Raya Iduladha 1438 Hijriah yang jatuh pada 1 September 2017.

DP2 Kota Makassar menyiapkan stok ribuan hewan ternak khusus untuk memenuhi kebutuhan warga. Pihaknya menggandeng pedagang ternak yang selama ini menjadi mitra binaan.

Kepala DP2 Makassar, Abdul Rahman Bando mengatakan, penjualan hewan kurban Iduladha tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan permintaan. Hal tersebut berdasarkan asumsi pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang jauh di atas rata-rata nasional.

“Diperkirakan hari raya Idul Adha tahun ini, jumlah sapi kurban mencapai lebih 7000 ekor sapi dan 2000 ekor kambing,” ungkap Abdul Rahman Bando, Selasa (22/8/2017).

Untuk mengantisipasi hewan ternak yang berpenyakit masuk ke Kota Makassar, pihaknya mengaku telah membentuk tim yang akan bekerja sebelum dan setelah hari raya haji. Tim akan memeriksa setiap hewan yang masuk ke Makassar pada semua titik perbatasan.

“Kami juga telah membentuk tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban, tim ini yang akan memeriksa kelayakan hewan tersebut. Kemudian diberikan kartu pemeriksaan kesehatan hewan kurban dan yang tidak layak akan dilarang untuk masuk dan diperjualbelikan. Tim ini juga akan bekerja mulai H-7 atau H-5 sampai H+3 lebaran,” ungkap Rahman Bando.

Selain itu, Rahman Bando juga menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menetapkan sedikitnya 12 titik lokasi pelaksanaan kurban yang akan diawasi.

Hal tersebut semata-mata sebagai upaya pencegahan ketidaklayakan terhadap hewan ternak jenis sapi dan kambing untuk di kurban.

DP2 juga menurunkan kendaraan operasional mobile untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di beberapa wilayah dalam Makassar, yang dilengkapi dengan fasilitas laboratorium.

“Sebagai pendukung kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan, kita juga mengerahkan armada LAB mobile Animal Care dan Meat Care. Kendaraan ini yang akan mobile melakukan pemeriksaan di beberapa wilayah,” tambahnya.

Selain Rumah Potong Hewan (RPH) yang menjadi titik pengawasan, lokasi lain yang menjadi fokus pemeriksaan tim yakni kandang penampungan ternak milik Dg Lala dan H Dg Pabe di Kecamatan Manggala. Kemudian di belakang Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Komplek Masjid Almarkaz Al Islami Centre, Komplek Masjid Ikhtiar Baraya, sekitaran Jalan Tol Ir Sutami, dan di Jalan Letjend Hertasning.

Juga di kawasan Asrama Haji, Sudiang dan belakang Komplek BTP Kecamatan Tamalanrea, serta di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate.

“Lokasi tersebut akan jadi fokus tim, sebab lokasi tersebut kerap menjadi tempat jual beli hewan kurban sekaligus juga ada permintaan dari warga,” tutup Rahman Bando.

(alief/raksul/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...