Demi Rp 10 Juta, Janda Tiga Anak Ini Rela Antar Narkoba dan Berakhir di Bui

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Nasib sial tengah menimpa seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SM (28). Di hari Kemerdekaan Indonesia (17/8) lalu, dia diringkus jajaran Satresnarkoba Polres Balikpapan. Dia tertangkap tangan ketika baru saja mengambil sejumlah paket narkoba jenis sabu.

“Awalnya kami memperoleh informasi akan terjadi transaksi sabu, Kamis (17/8). Pukul 19.00 Wita di Jalan AMD Manunggal, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan. Petugas kami kemudian melakukan pengintaian dan berhasil memergoki tersangka mengambil sebuah paket berupa kotak tisu. Saat diperiksa, ternyata isinya satu paket sabu,” terang Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta, kemarin (23/8), sebagaimana dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group).

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian meluncur ke indekos SM di kawasan Tirta Yasa, Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah. Setelah melakukan penggeledahan, didapati lagi dua paket sabu yang diselipkan di tempat tidur tersangka. SM akhirnya mengakui sabu tersebut milik seseorang dari Nunukan, Kaltara. Dikirim melalui jasa bus lewat Terminal Batu Ampar, Balikpapan Utara.

Sementara itu, SM mengaku terpaksa terjun di bisnis haram ini. Dia adalah janda yang membesarkan tiga orang anak. Sementara pekerjaannya sebagai karyawan laundry, tidak banyak menghasilkan uang. Sebulan, dia hanya digaji Rp 1,5 juta.

“Makanya ketika ada teman yang menawarkan suruh ambil dan antar narkoba saya mau saja. Soalnya dijanjikan Rp 10 juta sekali ambil. Itu pun hanya lewat telepon. Saya menyesal dan malu. Keluarga sudah tahu saya begini,” ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan dari SM adalah sabu seberat 100,5 gram. Dari jumlah tersebut, kecil kemungkinan SM akan memperoleh hukuman ringan. Dia dikenakan Pasal 112 (2) dan 114 (2) Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman paling singkat enam tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (Fajar/jpg)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...