Tangis Haru Warnai Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Buton

0 Komentar

Umar Samiun: Semua Berjalan Normal

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Samsu Umar Abdul Samiun dan La Bakry akhirnya resmi dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Kabupaten Buton periode 2017-2022 di Aula Sasana Bakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Kamis (24/8) sekira pukul 14.00 WIB oleh Plt. Gubernur Sultra, Saleh Lasata.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh Dirjen Otda Kemendagri, Soni Sumarsono yang mewakili Mendagri Tjahjo Kumolo, anggota DPR RI asal Sultra, Amirul Tamim, anggota DPD RI asal Sultra Wa Ode Hamsina Bolu, mantan Gubernur Sultra, Ali Mazi, mantan anggota DPR RI asal Sultra La Ode Djeni Hasmar, unsur Muspida Kabupaten Buton, Ketua DPRD Buton, La Ode Rafiun dan beberapa anggota DPRD Buton serta DPRD Sultra.

“Mengesahkan pengangkatan Samsu Umar sebagai Bupati Buton masa jabatan 2017-022 dan kepadanya diberikan gaji pokok, tunjangan jabatan, dan tunjangan lainnya sebagai bupati sesuai Peraturan Perundang-undangan,” ujar Plt Sekjen Kemendagri, Hadi Prabowo , membacakan keputusan Mendagri.

Sebelumnya, Umar Samiun sudah datang terlebih dahulu di Kantor Kemendagri sekira pukul 11.00 WIB. Selanjutnya disusul La Bakry pada pukul 12.30 WIB. Keduanya didampingi oleh sang istri saat menjelang pelantikan.

Usai dilantik, Kemendagri langsung mengeluarkan SK penonaktifan sementara terhadap Umar Samiun yang tengah menjalani proses hukum atas dugaan kasus suap terhadap Mantan Ketua Mahkamah Kosntitusi, Akil Mochtar. Setelah itu, pihak Kemendagri juga langsung membacakan SK pengangkatan La Bakry sebagai pelaksana tugas Bupati Buton berdasarkan SK yang dikeluarkan pula oleh Kemendagri.

Pantauan di lokasi pelantikan, usai proses pelantikan, Umar Samiun dan La Bakry melakukan foto bersama dan ucapan selamat dari para pejabat, keluarga, tokoh masyarakat hingga pendukung Umar Samiun-La Bakry.

Tangis haru kemudian pecah dari para tokoh masyarakat, keluarga dan pendukung pasangan ini. Pasalnya, pelantikan kali ini berbeda dengan pelantikan sebelumnya yang berakhir dengan suka cita. Jika pada periode pertama Umar Samiun-La Bakry usai dilantik langsung berkumpul dengan keluarga dan para pendukung serta masyarakat Buton, kali ini usai dilantik Umar Samiun harus kembali ke Rutan Pomdam Jaya Guntur karena masih harus menjalani proses hukum yang menimpanya. Alhasil, rasa emosional antara bahagia bercampur sedih dirasakan keluarga dan para pendukung. Tangis pun pecah saat pihak KPK mulai mengantar Umar Samiun untuk kembali ke mobil tahanan yang langsung mengantarnya ke rutan.

Umar Samiun usai pelantikan kepada awak media menjelaskan bahwa dengan selesainya proses pelantikan tersebut, maka Buton kini sudah memiliki kepala daerah definitive, meski dijabat oleh La Bakry sebagai Plt Bupati Buton.

“Kan sudah ada Wakil Bupati yang langsung dilantik sebagai pelaksana di Buton. Jadi proses pemerintahan tetap berjalan normal. Saya saat ini masih harus menyelesaikan proses hukum sampai adanya keputusan tetap,” kata Umar Samiun.

Umar Samiun pun menyerahkan sepenuhnya jalannya proses hukum kepada sang khalik. Jika nantinya diputuskan tidak bersalah oleh pengadilan, maka apa yang terjadi setelahnya akan kembali berjalan normal seperti sedia kala.

“Saya kira (putusan bebas, red) ini akan menjadi normal saja tidak ada apa-apa. Karena ini hanya proses pembuktian saja. Saya kira teman-teman di KPK, Jaksa juga bekerja dengan professional dan semoga saja ini berjalan dengan baik,” tukas Umar Samiun yang dikawal oleh Jaksa KPK selama proses persidangan berlangsung. (Hrm/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...