Lagi Ngasih ‘Jatah’ ke Istri, Mertua Malah Suruh ke Pasar, Akhirnya…

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Upaya Sephia, 28, dan ibunya, Mira, 52, untuk memperalat Donwori, 34, selalu lewat banyak cara. Kedua anak dan ibu itu memanfaatkan tenaga Donwori untuk bekerja super keras. Bahkan, aktifitas ‘bercinta’ pun harus berhenti saat si mertua menyuruhnya belanja. Pokoke kapan pun harus selalu siap grak.

Tidak boleh ada penolakan. Jika Donwori menolak, istri dan mertuanya bakal menghukumnya. Jenis hukumannya aneka macam. Mulai dari tidak memberinya makan hingga tidak diberi ‘jatah’ ho ho hi he.

Setahun dua tahun, pria asal Magetan itu mau saja dan bahkan memilih diam. Lambat laun, Donwori mulai geram. Karena sudah tidak betah, akhirnya Donwori memilih mengajukan talak cerai di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, awal Agustus lalu. “Saya kurang sabar apa?  Saya kerja, eh malah disuruh resign. Disuruh bantuin ibu jaga warung. Karena waktu itu ibu hamil. Tapi, suwe-suwe kok kebablasan.  Aku kayak pembantu dan minta makan saja,” kata Donwori.

Mulanya, Donwori menerima keadaan itu dengan ikhlas. Ia berusaha sabar lantaran istrinya juga dalam keadaan hamil. Lambat laun, Donwori akhirnya mulai geram juga karena mertua dan istrinya suka main ancam dan tidak pernah tahu waktu.

Saat hari sudah larut, Mira dan Sephia seringkali mengobrak-obrak Donwori untuk bangun. Ia diminta berbelanja ke pasar mencari bahan makanan yang akan dimasak untuk keperluan besok. Padahal, seharian penuh keduanya sudah menyuruh Donwori untuk jaga warung sampai mengantarkan makanan ke orang lainnya. “Mertua dan istri hanya masak. Yang nata saya, yang ngirim juga saya. Kurang ini itu, ya tetap saya yang cari. Kalau lama dimarahin. Apalagi kalau sambat capek, langsung diomeli,” kata Donwori.

Yang bikin Donwori sakit hati, permintaan mertuanya harus segera dilaksanakan meski dia sedang berhubungan badan dengan istri. Sephia pun turut jadi kompor dan selalu memberi syarat ini itu jika mau berhubungan badan. “Sudah enggak betah aku,” kata bapak dua anak itu. Ia berharap proses talak cerai segera selesai. Ia ingin bekerja lagi dan tetap berkomunikasi baik  dengan keluarganya. Sementara itu, Sephia mengaku kalau suaminya sebenarnya baik dan enggak neko-neko. Dia pekerja keras dan penurut. Namun, sebagai anak ia tidak mau menolak permintaan orang tuanya. “Ibu minta suami nurut. Aku kan juga enggak enak. Gimana ya. Ibu emang sukanya nyuruh-nyuruh gitu. Aku kan jadi terpengaruh,” jelasnya.

Menurut Sephia, sedari kecil ibunya memang mengajarkannya untuk bisa menguasai seorang pria. Hal itu pula yang dilakukan sang ibu ke almarhum ayahnya. “Dulu ayah enggak protes, tuh. Enggak tahu kok suami gitu sekarang. Padahal ikut ibu kan enak. Dia enggak usah pusing cari duit. Yang penting bisa disuruh ini itu dan makan gratis di rumah,” kata warga kelurahan Kapasan itu. (Fajar/jpg)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...