Menhub Budi Karya Layak Diganti

Sabtu, 26 Agustus 2017 18:17

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tindak pidana korupsi yang menjerat oknum pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terjadi beberapa kali. Terparah terjadi di lingkungan Hubla. Dua kali orang tertinggi di ditjen tersebut menjadi “pasien” Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Menurut Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman, sebaiknya Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mempertimbangkan untuk mencari menteri perhubungan yang baru. Sebab, gurita korupsi di tubuh Kemenhub sejauh ini belum lebih baik dari sebelumnya. Sebaliknya, malah lebih buruk.”Kemenhub yang dinakhodai Budi Karya bukannya mengalami perbaikan, justru semakin menjadi-jadi,” kritiknya.Di sisi lain, KPK terus mendalami tiga kartu debit yang diberikan PT Adhi Guna Keruktama (AGK) ke Dirjen Hubla Kemenhub Antonius Tonny Budiono diduga sebagai sarana baru penyerahan uang suap.Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, tim penyidik juga menelusuri bagaimana Tonny mengambil uang miliaran rupiah dengan kartu itu. “Yang jelas tidak bisa sehari,” ujarnya. Sebab, pengambilan uang tunai dalam jumlah besar dengan mesin ATM sangat terbatas.

Bagikan berita ini:
4
2
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar