Nha Lho.. Bos Media dan Mantan Pejabat Pemkot Terlibat Korupsi

Sabtu, 26 Agustus 2017 20:28

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA– Komitmen Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda menuntaskan tunggakan perkara korupsi di Kota Tepian, kembali “memakan korban”. Sore kemarin, giliran dua mantan pejabat di lingkungan Pemkot Samarinda dijebloskan ke dalam kerangkeng. Keduanya adalah MD (62), warga Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang. Dan AL (60), warga Jalan Bengkuring Raya, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara.MD dan AL dijebloskan Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Samarinda, karena berstatus tersangka atas dugaan korupsi pengadaan bank tanah Pemkot Samarinda seluas kurang lebih 10 hektare. Lokasi pembebasan di kawasan Kadrie Oening, Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu, periode 2003 hingga 2006 lalu.Sebenarnya selain AL dan MD, masih ada seorang tersangka lain yang harusnya ikut dijebloskan ke penjara. Yaitu TN, salah seorang mantan petinggi salah satu media di Kaltim.”Namun yang bersangkutan (TN, Red) kami tetapkan sebagai buron dan saat ini sedang tahap pengejaran,” ujar Kajari Samarinda Retno Harjantari, didampingi Kasi Pidsus Kejari Samarinda Darwis Burhansyah dikonfirmasi Sapos, sore kemarin.Sekadar diketahui, saat masih berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), MD pernah menjabat sebagai Kasubag Penyimpanan dan Distribusi Bagian Perlengkapan Sekretariat Pemkot Samarinda. Sementara AL pernah duduk sebagai Kabag Perlengkapan Sekretariat Pemkot Samarinda.Penetapan tersangka AL, MD dan TN sebenarnya dikeluarkan pihak penyidik Kejari Samarinda sejak 3 Mei lalu. Namun saat itu tersangka tak ditahan. Berhubung sudah memasuki tahap P21, kemudian berkasnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, makanya AL dan MD ditahan. Keduanya sejak pukul 16.30 Wita kemarin, mendekam di salah satu tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Sempaja.”Kemungkinan minggu depan sudah masuk proses hukum di pengadilan. Para tersangka kami tahan guna mempercepat proses hukum yang sedang berjalan,” tegas Darwis.Dijelaskan Darwis, dalam perkara dugaan korupsi tersebut MD dan AL berperan sebagai panitia pengadaan bank tanah. Sementara TN adalah pihak yang menerima ganti rugi. Total nilai bank tanah tersebut, negara membayar Rp 15 miliar.“Namun hasil proses penyidikan yang berjalan, indikasi kerugian negara akibat ulah ketiga tersangka sekitar Rp 3 miliar,” ujar Darwis.Penangkapan kedua mantan pejabat Pemkot Samarinda itu menambah banyak daftar pegawai yang terlibat korupsi. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Sapos, setidaknya terdapat 11 pegawai, baik yang aktif maupun sudah tidak aktif dijebloskan penjara. Terakhir adalah mantan Sekkot Samarinda Fadly Illa yang dieksekusi Kejari atas kasus pembebasan lahan perumahan Korpri. (rin/nha)

Bagikan berita ini:
1
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar