Ketua KPUD Bombana Dicopot, Dua Anggotanya Diberhentikan Tetap

Senin, 28 Agustus 2017 - 18:57 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi kepada tiga komisioner KPUD Bombana. Mereka adalah, Arisman, Ashar dan Anwar terkait dengan pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan oleh Ketua KPUD Bombana dan anggotanya.

Selain memberhentikan tetap terhadap dua penyelenggara pemilu Kabupaten Bombana yakni Ashar dan Anwar, DKPP juga memberikan sanksi pemberhentian tetap Arisman sebagai Ketua KPUD Bombana dan memberikan sanksi peringatan keras.

Sanksi tersebut disampaikan dalam sidang dengan agenda pembacaan tiga Putusan pada Senin (28/8) pukul 13.30 WIB. Sidang ini merupakan sidang perdana ketua dan anggota DKPP periode 2017-2022. Pada sidang Putusan ini, selaku ketua majelis ketua majelis Harjono dan anggota majelis:  Prof Teguh Prasetyo, Prof Muhammad, Alfitra Salamm, dan Ida Budhiati.

“DKPP menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap dari jabatan sebagai Ketua KPU Bombana kepada Arisman dan sebagai (sanksi, red) peringatan keras sebagai anggota KPU Kabupaten Bombana. DKPP menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian tetap kepada Ashar dan Anwar sebagai Anggota KPU Kabupaten Bombana,” kata Harjono saat membacakan amar Putusan.

Sementara itu, dua anggota KPUD Bombana yang mendapatkan sanksi peringatan adalah Kasjumriati Kadir dan Andi Usman. Sedangkan Hasdin Nompo anggota Panwaslu Bombana yang juga diadukan ke DKPP tidak terbukti melakukan pelanggaran. DKPP pun memutuskan untuk merehabilitasi nama baik Hasdin Nompo.

Sekedar diketahui, perkara dugaan pelanggaran kode etik di DKPP diadukan oleh pasangan calon Kasra Jaru Munara selaku calon bupati Kabupaten Bombana. Yang diadukan adalah Hasdin Nompo, anggota Panwaslu Kabupaten Bombana.

“Pengadu (Kasara Jaru Munara, red) mendalilkan Hasdin Nompo mengeluarkan pernyataan yang mengarah pada dukungan terhadap Paslon Nomor Urut 2 (Tafdil-Jonan, red) sebagaimana dimuat dalam salah satu media lokal,” ujar Harjono.

Selain itu, Hasdin Nompo juga tidak menindaklanjuti Laporan Dugaan Pelanggaran yang disampaikan Pengadu melalui Surat Nomor 109/P/TIP/BERKAH-01/VI/2017 tanggal 9 Juni 2017.

Sementara itu, Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara Hamiruddin Udu, Hadi Machmud, Munsir Salam mengadukan Hasdin Nompo dan Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Bombana, Arisman, Kasjumriati Kadir, Andi Usman,  Ashar, Anwar.

Salah satu pokok pengaduannya adalah Pengadu mendalilkan para Teradu melakukan pembiaran kepada sekelompok orang yang tidak memiliki legalitas sebagai PPS dan KPPS untuk bertindak sebagai PPS dan KPPS pada saat pemungutan suara ulang di TPS 1 Desa Lamoare Kecamatan Poleang Tenggara Kabupaten Bombana pada 7 Juni 2017. (Hrm/Fajar)