“Kami Cinta Habibie, tapi Kami Tak Ingin UNG Berganti Nama”

Selasa, 29 Agustus 2017 - 06:25 WIB
Mahasiswa memasang lilin di gerbang UNG. (Foto: Jalal Khan / Gorontalo Post / JPNN.com)

FAJAR.CO.ID — Senat Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sudah memutuskan mengganti nama perguruan tinggi itu menjadi Universitas BJ Habibie.

Ratusan mahasiswa UNG menggelar aksi damai di depan gerbang kampus pada Jumat malam (25/8/2017) pukul 20.00 Wita.

Mereka menyalakan lilin mengenang nama kampus UNG yang segera menjadi kenangan.

“Hari ini UNG yang telah membesarkan kita semua, kini berganti BJ Habibie,” kata Candra, ketua senat mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNG, membacakan puisinya, semalam. Ia termasuk mahasiswa yang menolak pergantian nama itu.

Aksi menyalakan lilin dibarengi dengan pembacaan puisi secara bergantian itu, memang sebagai bentuk penolakan mahasiswa terhadap penggantian nama UNG.

Para mahasiswa menilai, penggantian nama UNG menjadi Universitas BJ Habibie sangat tidak substansial jika hanya mempertimbangkan soal peningkatan kualitas.

“Seharusnya jika alasan kualitas pendidikan menjadi pertimbangan maka yang dilakukan adalah peningkatan kualitas para dosen maupun bahan ajar serta fasilitas yang ada di Kampus UNG, bukan malah mengganti nama kampus,” kata Wakil Presiden Mahasiswa UNG Mohammad Affandi saat ditemui Gorontalo Post (FAJAR Group).

Ia mengatakan, pergantian nama kampus malah akan menambah beban pendanaan kampus. Karena nantinya akan banyak dilakukan perubahan ataupun pergantian fasilitas kampus yang kini masih menggunakan nama UNG.

Hal yang sama juga disampaikan oleh koordinator koalisi senat mahasiswa Se-Universitas Negeri Gorontalo, Yandi Mooduto.

Ia mengklaim, sampai saat ini mahasiswa tidak sepakat dengan pergantian nama, bahkan mengaku terkejut, karena keputusan pergantian dilakukan terkesan diam-diam.

“Kami cinta Bapak Habibie, kami sangat menghormatinya sebagai seorang bapak teknologi yang hebat, tapi kami tak ingin UNG berganti nama,” tegasnya.

“Besok (Hari ini, red) kami akan menggelar dialog terbuka bersama Rektor untuk menyampaikam penolakan kami, ” tandasnya.

Tak hanya aksi mahasiswa di gerbang kampus, dunia maya juga diramaikan dengan perubahan nomenklatur UNG ini.

Ada yang setuju karena memandang nama besar Prof.Dr.Ir.Ing. BJ Habibie, tapi tak sedikit pula yang menolak dan lebih memilih nama UNG.

Beberapa wrganet juga memberikan saran jika lebih tepat adalah diberinama Universitas Nani Wartabone. (tro/tr-45/csr/nat/wan/and)