Modus Dukun Cabul, Ajak Tidur Bareng untuk Usir Roh Jahat

Selasa, 29 Agustus 2017 - 19:26 WIB

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Suhadak, si dukun abal-abal bukan hanya lihai menipu. Dia juga dukun cabul yang memperdayai korban untuk memenuhi nafsu bejatnya. Caranya, pria 64 tahun tersebut mengaku dukun. Orang-orang menyebutnya Mbah Kaji.

Dalam aksinya, Mbah Kaji mengaku bisa mengusir roh jahat. Juga menjanjikan pelaris kepada korban yang memiliki usaha. Syaratnya, dia harus mencabut (maaf) bulu kemaluan korban dengan tangannya.

Aksi bejat pelaku terjadi pada 21 Agustus lalu. Saat itu, dia datang ke sebuah warung kopi di Pondok Benowo Indah.

Pemiliknya berinisial AR. “Ngakunya bernama Abah Yono, seorang dukun dari Lamongan,” ucap Kapolsek Pakal Kompol I Gede Suartika.

Tanpa basa-basi, Suhadak memanggil AR untuk mendekat. Dia menawarkan bisa membuat warkop milik perempuan 33 tahun itu tambah laris. Syaratnya, korban membeli beras ketan putih dan garam. AR pun kepincut. Dia langsung menuruti permintaan pelaku.

Setelah persyaratan lengkap, Suhadak mulai mengeluarkan jampi-jampi. Mulutnya komat-kamit.

Sejurus kemudian, dia berdiri dan menaburkan campuran beras ketan putih dan garam ke warung hingga belakang rumah korban.

Ulah cabul pria asal Desa Karang Langit, Lamongan, tersebut muncul saat tiba di bagian belakang rumah korban.

“Dia bilang ada jin penunggunya,” lanjut Gede. Seketika itu, korban tampak pucat. Dia waswas setelah rumahnya diterawang.

Saat itulah, pelaku menawarkan bisa mengusir penunggu tersebut. Dengan segala bujuk rayu Mbah Kaji, AR akhirnya menurut.

Tidak sampai di situ, dengan dalih agar roh jahat tersebut tidak kembali lagi, pelaku mengajak korban berhubungan intim.

Sontak, AR menolak karena merasa ada yang janggal. Dia lantas menyuruh dukun cabul tersebut kembali ke warung, lantas mengusirnya. Sorenya, AR melaporkan kejadian itu ke Polsek Pakal.

Nah, Minggu siang (27/8), pelaku kembali ke kompleks Pondok Benowo Indah. Dia menyasar seorang perempuan berinisial RR, 42.

Modusnya sama. Mengatakan bisa mengusir roh jahat dari rumah korban dengan syarat cabut rambut di alat vitalnya.

Namun, pelaku tidak menyadari bahwa informasi dukun palsu dengan syarat cabul tersebut telah menyebar. RR pun menyiapkan skenario penjebakan.

Saat Suhadak di rumah RR, warga yang lain segera menghubungi polisi.

Tim Antibandit Polsek Pakal lantas menuju TKP. Dukun palsu tersebut tak berkutik ketika korps berseragam cokelat itu menciduknya dari rumah korban.

Pelaku digelandang ke Mapolsek Pakal untuk dimintai keterangan. Kepada polisi, Suhadak mengaku melakukan aksi tipu-tipu sejak 2013.

“Untuk sementara, sampai sekarang sudah ada tiga orang yang menjadi korban praktik dukun palsunya,” beber polisi asal Bali itu. Seluruh korban yang disasar pelaku berstatus janda.

Sehari-hari Suhadak bekerja sebagai sopir mobil boks atau truk carteran. Namun, belakangan dia lagi sepi job. Akhirnya, dia beraksi menipu dengan mengaku dukun.

“Lagi sepi orderan, Mas,” katanya kepada wartawan.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari tangan pelaku. Di antaranya, beras ketan putih dan garam sisa, uang tunai Rp 275 ribu, HP Nokia, serta motor dengan nopol AG 4125 XV.

Saat ini Suhadak meringkuk di balik jeruji besi. Dia dijerat dengan pasal 378 jo 281 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan perbuatan cabul. Ancaman hukuman maksimalnya empat tahun penjara. (Fajar/jpnn)