Sempat Gangguan, BCA dan Bank Lainnya Kini Sudah Berjalan Normal

Selasa, 29 Agustus 2017 - 15:17 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Nasabah bank-bank besar di Indonesia yang kemarin sempat kebingungan, karena tempat mereka bertransaksi keuangan mengalami gangguan, kini sudah dapat dilayani secara normal.

Bank yang memastikan dapat beroperasi yakni BCA. Pada gangguan kemarin, dari 17.210 ATM milik BCA, sekitar 5.700 ATM offline karena gangguan penerimaan sinyal pada satelit Telkom 1. Jaringan 2.000 ATM akan dipindahkan (re-route) menggunakan jaringan satelit Apstar 5, sedangkan 3.000 ATM sisanya akan dipindahkan ke jaringan satelit Telkom 3s.

Sebanyak 126 kantor kas BCA juga terkena dampak dari gangguan jaringan satelit Telkom 1. Namun, BCA memastikan masalah di kantor kas dapat diselesaikan kemarin sehingga mulai hari ini (29/8) semua kantor kas BCA sudah beroperasi secara normal.

Di tempat lain, Corporate Secretary BNI Ryan Kiryanto menuturkan, sebagian besar ATM BNI menggunakan jaringan nonsatelit sehingga kerusakan jaringan pada satelit tidak berdampak besar pada layanan di ATM. Mayoritas ATM yang menggunakan jaringan satelit terletak di daerah terpencil (remote) yang sulit dijangkau.

“Untuk itu, nasabah diharapkan tetap tenang karena jauh lebih banyak ATM BNI yang tetap berfungsi normal. Nasabah juga bisa menggunakan fasilitas e-channelBNI lainnya untuk bertransaksi, yakni dengan internet banking dan mobile banking,” katanya.

Senada dengan Ryan, Corporate Secretary BTN Agus Susanto meminta nasabah memanfaatkan layanan internet banking dan mobile banking. BTN juga berjanji segera memperbaiki sistem agar nasabah yang tidak menggunakan layanan itu segera bisa menggunakan ATM. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah,” tuturnya.

Gangguan ATM dan kantor kas yang disebabkan satelit Telkom 1 juga dirasakan masyarakat di Jambi. Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi V Carlusa menyatakan, ATM BCA, BRI, dan Mandiri mengalami gangguan. “Sampai saat ini, BCA, BNI, dan Bank Mandiri terus berupaya melakukan perbaikan pada jaringan ATM masing-masing,” jelasnya. (Fajar/JPG)