Dirdik KPK: Kalau Mau Keluarkan Saya, Serahkan ke Kapolri

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (Dirdik KPK) Brigadir Jenderal (Brigjen) Aris Budiman mengaku tidak takut dikembalikan ke Polri karena melawan larangan pimpinan komisi antirasuah agar hadir memenuhi panggilan Pansus Hak Angket KPK.

‎Aris menyerahkan keputusan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian jika dia harus dikeluarkan dari komisi antikorupsi.

Hal ini disampaikan Aris menjawab pertanyaan saat rapat dengan anggota Pansus Hak Angket KPK, Selasa (29/8) malam.

Aris mengatakan, sepanjang kariernya, inilah yang pertama kali dia membantah pimpinannya. Dalam hal ini pimpinan KPK.

“Sepanjang karier saya selama 29 tahun saya tidak pernah membantah apa pun dan (semua) saya lakukan,” kata Aris.

Dia mengaku sudah mengirim surat elektronik kepada pimpinan KPK menjelaskan niatnya datang ke Pansus.

Aris menegaskan, kedatangannya ini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi lembaga KPK yang merupakan harapan bangsa.

“Itu pertimbangan saya. Ini bukan sekadar masalah personal. Ini hal kepentingan bersama,” ujar dia.

Aris menegaskan, kedatangannya juga bertujuan sebagai upaya membersihkan KPK agar lebih baik.

Apalagi, Aris sebagai seorang dosen memiliki tanggung jawab moral terhadap penegakan hukum dan idealisme. Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Taufiqulhadi pun merespons pernyataan Aris.

“Berarti bapak ke datang ke sini berani mengambil risiko?” tanya Taufiqulhadi.

Dengan tegas Aris menjawab siap menanggung risiko apa pun. “Iya siap, saya tidak menyesal. ‎Kalau mau mengeluarkan saya serahkan saja ke Pak Kapolri,” jawab Aris menjawab Taufiqulhadi soal bagaimana bila ditugaskan kembali ke Polri.

Dia pun mengaku siap dipecat. Namun, Aris mempertanyakan apakah salah jika dia memenuhi panggilan Pansus.

“Saya siap. Namun saya tanyakan apakah salah saya memenuhi panggilan bapak-bapak (Pansus) ini. Toh MK (Mahkamah Konstitusi) saja belum memutuskan yang bapak-bapak lakukan ini salah,” ujar Aris.

Sejumlah anggota Pansus seperti Masinton Pasaribu, Bambang Soesatyo, Misbakhun mengapresiasi sikap Aris yang berani memutuskan datang ke Pansus.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang mengatakan pimpinan komisi melarang Aris datang ke Pansus.

“Pimpinan tidak sependapat untuk yang bersangkutan hadir,” ujar Saut Selasa (29/8). (Fajar/jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar