Direktur Penyidikan KPK Sempat Ingin Melaporkan Novel Baswedan?

Rabu, 30 Agustus 2017 - 09:58 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penyidik senior KPK, Novel Baswedan pernah membuat pernyataan mengejutkan soal dugaan keterlibatan jenderal polisi dalam kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.

Kali ini, giliran Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Brigadir Jenderal (Brigjen) Aris Budiman membuat keterangan mencengangkan soal hubungannya dengan Novel Baswedan di KPK.

Brigjen Aris terang-terangan membeberkan ketidakharmonisannya dengan Novel Baswedan. Hal itu diungkapkan Aris dalam rapat dengar pendapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK di DPR, Selasa (29/8) malam.

Awalnya, Aris tidak mau menyebut nama Novel Baswedan. Dia hanya menyebut bahwa terdapat friksi di antara penyidik KPK. Ada ‘klik’ di KPK yang membuatnya merasa kurang nyaman.

Aris mencontohkan, pada tanggal 14 Februari 2017 ia menerima e-mail yang merendahkan integritasnya. Hal itu membuatnya marah dan terhina.

Kejadian bermula saat Aris Budiman mengusulkan tentang perekrutan penyidik KPK dari kepolisian. Namun usulan itu ditolak oleh kelompok di dalam KPK.

“Apapun yang dilakukan komisioner KPK, kalau masih ada klik itu, maka tidak akan efektif,” ucap mantan Kapolres Pekalongan itu.

Aris juga menyebutkan bahwa dia sempat berniat untuk melaporkan penebar fitnah terhadap dirinya ke polisi. Namun niat tersebut urung dilakukan.

“Pada saat itu saya berniat melaporkan ke Polri. Tapi tiba-tiba ada peristiwa itu (diduga penyiraman Novel Baswedan). Alangkah tidak berintegritasnya saya kalau melaporkan orang yang kena musibah,” imbuhnya.

Anggota Pansus Hak Angket KPK, Junimart Girsang lantas bertanya apakah ‘klik’ yang dimaksud Brigjen Aris adalah Novel Baswedan.

“Apakah ‘klik’ yang saudara maksudkan itu adalah Novel Baswedan?,” tanya Junimart Girsang.

Pertanyaan Junimart Girsang dijawab dengan anggukan kepala oleh Brigen Aris Budiman.

KPK sendiri melarang Brigjen Aris untuk menghadiri undangan rapat Pansus Hak Angket KPK. “Pimpinan tidak sependapat untuk yang bersangkutan (Aris Budiman) hadir,” ujar Wakil Ketua KPK Saut, Selasa (29/7).

Sebelumnya, penyidik senior KPK, Novel Baswedan menyatakan bahwa serangan terhadap dirinya diduga melibatkan seorang jenderal.

“Saya memang mendapat informasi bahwa seorang jenderal polisi terlibat,” kata Novel kepada Time.

“Awalnya saya mengira informasi itu salah. Tapi setelah dua bulan dan kasus itu belum juga selesai, saya mengatakan (kepada yang memberi informasi itu), sepertinya informasi itu benar,” tandas Novel. (Fajar/pojoksatu)