Diusir Bangladesh, Aspeksindo Siap Tampung Pengungsi Rohingya

Rabu, 30 Agustus 2017 - 18:24 WIB

FAJAR.CO.ID — Sejak Senin (28/8/2017), ada 550 orang etnis Rohingya yang dikembalikan ke Myanmar atau diusir sebelum mereka mendarat di Bangladesh.

Bangladesh beralasan kewalahan menampung para pengungsi itu. Sejak konflik di Rakhine terjadi pada awal 1990-an, Bangladesh menerima 400 ribu pengungsi Rohingya.

Para pengungsi Rohingya harus mencari perlindungan sejak situasi di Rakhine kembali memanas akhir pekan lalu.

Namun, kondisi mereka saat ini tak lebih baik dari di rumah. Karena tidak diterima di kamp-kamp pengungsian, sebagian besar pengungsi Rohingya mendirikan tenda seadanya di area yang belum pernah dihuni sebelumnya.

Alih-alih mati tertembus peluru Myanmar, mereka kini satu per satu tewas karena sakit. Setidaknya, ada enam orang yang dikonfirmasi sakit hingga berujung kehilangan nyawa setelah sampai di Bangladesh.

Sekjen PBB, Antonio Guterres, sudah meminta Bangladesh menerima etnis Rohingya yang mencari suaka, sebab mayoritas pengungsi adalah perempuan dan anak-anak, bahkan sebagian terluka.

Guterres pun menyatakan bahwa PBB siap memberikan semua bantuan yang diperlukan untuk Bangladesh maupun Myanmar. Sayang, seruan itu tak terlalu digubris.

Melihat situasi krusial tersebut, Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) tak tinggal diam. Atas nama kemanusiaan dan persaudaraan, Aspeksindo siap menampung para pengungsi Rohingnya.

“Kalau Bangladesh sudah tidak mau, kita siap tampung. Kan kasihan. Kita siap tampung pengungsi Rohingya, dan ditempatkan di pulau-pulau pesisir yang kita punya,” terang Ketua Aspeksindo, Muh Basli Ali, Rabu (30/8/2017).

Aspeksindo adalah asosiasi nasional pemerintah daerah untuk memperjuangkan pembangunan di wilayah kepulauan dan pesisir. Namun demikian, dengan adanya konflik memilukan seperti di Rohingnya, Aspeksindo siap membuka diri untuk kemanusian.

Basli Ali yang juga menjabat Bupati Selayar menerangkan, ada ribuan pulau di Indonesia yang bisa ditempati para pengungsi Rohingya. Sampai kapan?

“Yang jelas mereka aman dulu. Soal jangka waktu tinggal untuk mengungsi, nanti kita bicarakan lagi dengan pemerintah pusat atau yang terkait, sebab ini mendesak,” Basli menegaskan. (fajar)